Bupati Keluarkan SE untuk Pengusaha diminta tidak Paksa Karwayan Muslim pakai Atribut Agama Lain

0
77

PAMEKASAN, Limadetik.com – Bupati Kabupaten Pamekasan, Madura Jawa Timur, Drs. Achmad Syafii, M.Si telah mengeluarkan surat edaran (SE) yang ditujukan kepada pemilik usaha toko, restoran dan tempat hiburan agar karyawannya tidak dipaksa untuk menggunakan atribut keagamaan pada perayaan hari natal dan tahun baru 2017 mendatang.

Hal tersebut disampaikan Sekretaris Daerah Kabupaten Pamekasan, Moh. Alwi Beiq. Menurutnya, SE tersebut sudah disampaikan ke seluruh pengusaha yang ada di kota Gerbang Salam. “Jangan sampai yang beda agama menggunakan atribut perayaan Natal,” kata Ali Beiq, Selasa (20/12) seperti dilansir laman Koranmadura.com.

SE tersebut bertujuannya untuk melindungi anak-anak dan pemuda agar tidak keluyuran di malam tahun baru dengan melakukan kegiatan yang kurang bermanfaat.

“Kami harap masyarakat Pamekasan tidak keluyuran nanti,” harapnya.

Adapun surat edaran yang dibuat 15 Desember tersebut berbunyi: “Dalam rangka menyambut Natal dan Tahun Baru 2017, diharapkan kepada saudara pemilik restoran, toko, tempat hiburan, dan usaha lainnya agar tidak menyarankan, memerintahkan, mewajibkan karyawannya menggunakan pakaian, atribut keagamaan di luar agama yang dianut karyawan tersebut. Demikian harap menjadi maklum dan atas perhatiannya disampaikan terima kasih.”(rif/rud)

loading...

LEAVE A REPLY