Dunia Pendidikan Sumenep Tercoreng, Guru Honorer Kedapatan Bawa Sabu

Ilustrasi

SUMENEP, Limadetik.com – Dunia Pendidikan di Kabupaten Sumenep, Jawa Timur kembali tercoreng. Pasalnya, IH (25) warga Dusun Libilian, Desa Aeng Dake Kecamatan Bluto yang sehari – hari sebagai guru honorer di Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Desa setempat harus berurusan dengan pihak berwajib setelah kedapatan memiliki sabu seberat 0,16 gram.

“Tersangka kami amankan dipinggir jalan raya Desa Aeng Dake, tepatnya disebuah Poskamling sebelah Barat pasar hewan,” kata Kasubag Humas Polres Sumenep AKP Suwardi, Rabu (17/5/2017).

Menurutnya, penangkapan tersangka, berawal dari informasi dari masyarakat yang diperoleh Satreskoba bahwa akan ada transaksi sabu di tempat kejadian perkara (TKP) tersebut. Informasi itu langsung ditindak lanjuti oleh petugas, dan terbukti di TKP, terlihat IH yang sedang duduk di Poskamling dengan gelagat yang mencurigakan.

“Melihat kedatangan petugas, dia (tersangka, red) langsung membuang lipatan kertas kecil (yang kemudian diketahui adalah uang kertas pecahan Rp 2000) dan menginjak barang tersebut menggunakan kaki kirinya,” paparnya.

Petugas lanjut mantan Kapolsek Kalianget itu, meminta yang bersangkutan mengambil dan membuka lipatan uang tersebut, yang kemudian diketahui berisi sabu seberat 0,16 gram. Selanjutnya, tandas Polisi dengan tiga balok dipundaknya itu, IH diamankan di Mapolres Sumenep guna pemeriksaan lebih lanjut.

Sementara untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, IH dijerat pasal 114 ayat (1) subsider pasal 112 ayat (1) UU 35 Tahun 2009 Tentang Narkotika “Ancamannya maksimal 15 tahun penjara, saat ini yang bersangkutan masih dalam pemeriksaan di Mapolres,” tukasnya.

(Hoki/toni)

LEAVE A REPLY