Perlu Penanganan Khusus, Pulau di Sumenep Ini Darurat Kenakalan Remaja

Ilustrasi

SUMENEP, Limadetik.com – Kenakalan remaja di Pulau atau Kecamatan Sapeken, Sumenep, Jawa Timur sepertinya butuh penanganan secara khusus. Pasalnya, di daerah itu sudah darurat kenakalan remaja remaja.

Bayangkan, di Pulau kecil tersebut remaja atau pelajar yang duduk di tingkat Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP) terbiasa mengkonsumsi minuman keras (miras) dan narkoba. Tak jarang penerus bangsa itu ditemukan menggelar pesta miras oplosan di jam aktif belajar di pelabuhan, keramba di tengah laut dan rumah kos.

“Di desa kali kenakalan remaja selama dua tahun terakhir ini dinyatakan darurat,”Kata Kepala Desa Sapeken, Mohamad Anwar, Sabtu (20/5/2017).

Orang nomor satu di desa yang mayoritas penduduknya sebagai nelayan mengaku, siang dan malam hari kerap kali menemukan segerombolan remaja menggelar pesta miras oplosan sambil gitaran.

“Tercatat lima kasus pelajar yang meninggal gara-gara mengkonsumsi barang haram,”terangnya dengan nada prihatin.

Salah satu penyebababnya adalah narkoba dengan mudah masuk ke Sapeken dari luar daerah seperti Bali, Lombok, dan Sumenep daratan. Disamping itu harganyapun murah dan dipasarkan layaknya sayur mayur.

Pihaknya menyatakan, fenomena kenakalan remaja mengancam generasi muda. Sebagai antisipasi semakin parahnya pergaulan remaja, pihaknya menerapkan larangan keluar rumah diatas jam 11.00 dan kegiatan hiburan diatas jam 09.00 malam. Hal itu diatur dalam Keputusan Kepala Desa.

“Sebagai bentuk antisipasi, Satuan Tugas Khusus (Satgas) yang dibentuk Desa bersama Kepolisian dan Koramil tiap malam meronda keliling desa, memantau aktivitas remaja di pelabuhan dan kos-kosan serta tempat-tempat nongkrong, bahkan menggelar patroli laut.  Sebab kerap kali menemukan remaja pesta miras di keramba, tempat budi daya ikan di laut,” Tukasnya.

(Hoki/Rud)

LEAVE A REPLY