Polisi Gerebek Kamar Kost yang Diduga Tempat Pesta Sabu

red: rudy

DENPASAR, Limadetik.com – Remaja saat sedang asik nyabu dalam kamar kos, tiga orang remaja dibuat gelagapan saat petugas dari Polresta Denpasar datang menggrebek.

Ketiga remaja ini dilaporkan karena mengundang kecurigaan tetangga kos sering kumpul dalam satu kamar dan duga pesta narkoba.

Saat digerebek, ketiganya sedang asyik menghisap sabu secara bergantian di sebuah tempat kos di Jalan Tukad Pakerisan Denpasar.

Mereka masih tergolong pemakai ini berinisial, Putu AY (22), Ni Luh PNA (21) dan DP (37). Pada saat dilakukan penggeledahan, ditemukan satu paket sabu yang dibeli dari seseorang via telepon seharga Rp 600.000.

“Pada waktu digrebek, mereka sedang menggunakan sabu bersama sama. Ketiganya mengaku sudah delapan bulan menggunakan sabu bersama-sama,” kata Kapolresta Denpasar Kombes Pol Hadi Purnomo, SIk Selasa (30/5).

Selain ketiga pelaku narkoba ini, pihaknya juga mengamankan dua Mahasiswa perhotelan masing-masing berinisial MWD (22) dan KSP (19). Keduanya diringkus di lokasi dan waktu yang berbeda.

“Mereka tidak saling kenal, hanya kebetulan saat penangkapan ternyata mereka satu kampus. Keduanya dalam kasus berbeda,” jelas Kapolresta Denpasar.

Kata dia, untuk MWD diringkus pertama di seputaran Jalan Gunung Mas Denpasar, pukul 15.00 Wita. Dari tangannya, polisi mengamankan barang bukti satu paket sabu seberat 0,18 gram.

Sementara KSP dibekuk di Jalan Raya Sesetan pada Minggu (28/5) pukul 22.00 WITA. Dari tangannya, petugas menyita 2 paket tembakau gorilla seberat 1,69 gram. “Pada saat itangkap, tersangka kedapatan membawa 2 paket tembakau gorilla seharga Rp 350.000 per paket,” terangnya.

Tersangka dalam keterangannya mengaku sudah tiga kali membeli. “Itu pengakuan mereka, kita masih kembangkan lebih lanjut untuk mencari bandar besarnya,” tambah Purnomo.

Selain itu, polisi juga menciduk 4 orang tersangka narkoba lainnya, dalam kasus narkotika jenis sabu dan tembakau Gorilla. “Hingga saat ini kita masih terus kembangkan keterangan para pelaku. Jumlah seluruhnya ada 9 orang dalam kasus dan tangkapan berbeda, bukan satu jaringan,” tutupnya. [mrd]

LEAVE A REPLY