Pengaruh Junk Food terhadap Perkembangan Kesehatan Mahasiswa

0
41
chusnul chatimah mahasiswi Universitas Muhammadiyah malan Fakultas Ilmu Kesehatan

 

Anda pencinta junk food ? Apa sih junk food itu ?

Menurut wikipedia junk food adalah istilah yang mendeskripsikan makanan yang tidak sehat atau memiliki sedikit kandungan nutrisi. Di era modern seperti saat ini dengan segala sesuatu yang serba praktis sering membuat masyarakat mengonsumsi makanan cepat saji secara terus-menerus.

Sekarang makanan ini sudah akrab di lidah masyarakat bahkan tidak sedikit yang mengonsumsinya sebagai santapan sehari-hari terutama mahasiswa. Ini bisa dilihat dengan banyaknya mahasiswa yang menghabiskan waktu santai mereka berkumpul bersama teman-temannya di restoran atau tempat makanan cepat saji lainnya.

Hal ini sangat disayangkan jika dikonsumsi oleh mahasiswa karena junk food mengandung jumlah lemak yang besar, rendah serat, banyak mengandung garam, gula, zat aditif dan kalori tinggi tetapi rendah nutrisi, rendah vitamin, dan rendah mineral, sehingga dapat memicu segala macam penyakit berbahaya seperti hipertensi, diabetes, stroke, obesitas, jantung dan kanker. Adapun jenis-jenis junk food yang sering dikonsumsi mahasiswa yaitu, makanan gorengan, makanan yang banyak mengandung gula, makanan dari daging berlemak dan makanan daging olahan.

Makanan gorengan pada umumnya memiliki kandungan kalori, kandungan lemak dan oksidanya yang cukup tinggi. Jenis makanan junk food salah satunya yaitu french fries (kentang goreng). Meskipun kentang cukup bagus untuk kesehatan karena mengandung protein dan karbohidrat namun karena melalui proses menggoreng maka french fries menjadi tidak sehat lagi Kandungan lemak dalam kentang goreng adalah lemak jenuh atau saturated fat yang tidak baik bagi kesehatan. Selain itu juga banyak mengandung sodium atau garam. Hal ini jika dikonsumsi secara terus-menerus dalam jangka waktu yang lama akan menyebabkan obesitas dan penyakit jantung koroner.

Salah satu makanan yang banyak mengandung gula yaitu minuman bersoda. Gula, terutama gula buatan sangat tidak baik bagi kesehatan tubuh karena dapat menyebabkan obesitas, kerusakan gigi dan diabetes. Minuman bersoda mengandung paling banyak gula sementara gula yang dibutuhkan tubuh sehari tidak boleh lebih dari 4 gram atau satu sendok teh sehari. Untuk menetralisir satu kaleng minuman bersoda membutuhkan tiga puluh dua gelas air putih.

Makanan dari daging berlemak. Fried chicken mengandung kadar protein, vitamin dan mineral yang baik bagi pertumbuhan. Akan tetapi makanan ini juga mengandung lemak jenuh dan kolesterol ditambah dengan zat kimia yang ada di dalamnya sehingga menjadi penyebab utama penyakit jantung koroner dan kanker.

Makanan daging olahan. Makanan ini mengandung garam nitrit, natrium dan juga pengawet makanan.Semua zat ini dapat menyebabkan kanker. Contonya burger dapat memberatkan beban hati/liver, mengguncangkan tekanan darah dan memberatkan kerja ginjal.

Mengapa banyak mahasiswa yang mengonsumsi junk food?

Pertama, hal ini bisa disebabkan karena meniru orang lain, pergaulan, ajakan teman dan kesenangan. Selain itu peran serta media melalui iklan juga membawa pengaruh untuk mengonsumsinya. Semakin sering mahasiswa menonton iklan melalui tv atau media sosial lainnya hal ini akan meningkatkan pembelian makanan cepat saji seperti junk food.

Kedua, makanan cepat saji ini mempunyai fasilitas yang memberikan kenyamanan tempat untuk para pelanggan sehingga menjadi tempat yang cocok untuk berkumpul dengan pelayanan 24 jam non-stop.

Ketiga, kemasan junk food cenderung lebih menarik dibandingkan dengan makanan lokal yang sehat sehingga memikat hati mahasiswa untuk membelinya. Walaupun beberapa mahasiswa telah mengetahui dampak negatif dari junk food namun karena gengsi yang tinggi dari kemasan ini, hal ini menjadi faktor pemicu untuk mengonsumsinya.

Keempat, cita rasa yang enak, penyajian yang cepat dan harga terjangkau membuat mahasiswa banyak menyukai junk food.

Kelima, dilihat dari gaya hidup, mahasiswa beranggapan bahwa dengan mengonsumsi makanan cepat saji dapat menaikan status sosial seseorang yang membuat mereka merasa bangga dan keren karena tempat yang bagus dengan fasilitas yang menyenangkan.

Keenam, kesibukan dan jadwal yang padat sehingga menjadikan junk food sebagai menu andalan untuk mengganjal perut disaat lapar.

Mahasiswa sebagai bagian dari masyarakat Indonesia dan khususnya sebagai generasi bangsa diharapkan memiliki perilaku hidup yang sehat. Seseorang dikatakan sehat jika sehat fisik, psikologis, sosial dan spiritual. Kesehatan merupakan faktor penting yang harus diperhatikan oleh manusia karena jika manusia sehat maka aktivitas yang dilakukan akan lancar. Kesehatan seseorang sangat ditunjang oleh makanan yang dikonsumsi.

Makanan sehat tidak harus mahal tetapi makanan yang memiliki asupan gizi yang sesuai dengan kebutuhan tubuh. Adapun kandungan gizi yang dimaksud yaitu meliputi : karbohidrat, protein, lemak, vitamin & mineral, serat dan air. Karbohidrat sangat dibutuhkan oleh tubuh, karena zat ini memiliki peran penting sebagai sumber tenaga utama manusia. Karbohidrat dibutuhkan dalam jumlah sekitar 300-400 gram per hari, yang dibagi dalam tiga kali makan. Satu gram karbohidrat menghasilkan energi sebesar empat kalori.

Lemak yaitu zat yang bersifat sebagai cadangan energi bagi tubuh. Lemak yang berlebihan dapat membuat tubuh menjadi gemuk. Orang Indonesia disarankan untuk mengkonsumsi lemak 12 – 1 gram/kgBB. Protein berfungsi untuk pertumbuhan tubuh dan mengganti jaringan yang rusak pada tubuh. Seseorang membutuhkan sekitar 1 gram/kgBB/hari untuk dewasa dan 2-3 gram/kgBB/hari utuk anak-anak. Vitamin dan mineral memiliki fungsi untuk membantu melancarkan kinerja tubuh. Serat berfungsi untuk membantu menurunkan lemak darah. Setiap harinya seseorang harus mengonsumsi 3-5 porsi sayur dan 2-4 porsi buah. Satu porsi buah, setara 100 gram, terdapat dalam satu buah pisang, sepotong pepaya, sepotong melon, atau 10 buah berukuran kecil misalnya anggur, kelengkeng, atau duku. Dan dilengkapi dengan mengonsumsi air sebanyak 2-2,5 liter/hari.

Adapun cara untuk meminimalisir mengonsumsi junk food yaitu hendaknya memulai sarapan pagi dengan menu sehat seperti jus buah, susu rendah lemak, atau sereal tinggi serat, dan jangan lupa mengonsumsi sayuran. Asupan makanan yang mengandung tinggi serat sangat bermanfaat dan dapat membantu memperlambat rasa lapar, sehingga akan menekan keinginan untuk mengonsumsi makanan berlemak atau paling tidak hasrat untuk menikmati junk food akan tertunda. Selain itu mulailah meluangkan waktu untuk memasak makanan sendiri di rumah baik untuk makanan utama maupun snack serta membatasi minuman bersoda dan memperbanyak minum air putih.

Sebuah studi yang dilakukan University of Minnesota School of Public Health, meneliti bahwa makan junk food dua kali atau lebih dalam seminggu memiliki kemungkinan dua puluh tujuh persen lebih besar untuk terserang diabetes dan lima puluh enam persen meninggal akibat penyakit jantung, dibandingkan dengan partisipan yang jarang atau tidak pernah makan junk food. Bahkan partisipan yang diketahui makan junk food empat kali atau lebih perminggu, risiko kematian akibat serangan jantung meningkat hingga delapan puluh persen.

Penulis     : Chusnul Chatimah

Editor       : Redaksi LD

 

 

loading...

LEAVE A REPLY