Takut Miskin? Disedekahin Aja

red: rudy

Anita Dwi Rahayu Mahasiswi Unniversitas Muhammaddiyah Malang

Perekonomian negara ini sebagai negara berkembang semakin lama semakin mahal. Dengan penduduk Indonesia yang semakin banyak namun lapangan kerja yang tidak dapat memadai membuat penduduk-penduduk yang bekerja serabutan harus pintar-pintar untuk mengelola keuangan mereka untuk bertahan hidup. Apalagi dengan gaya hidup negara kita yang makin kesini memiliki gaya hidup glamour. Gengsi jika ada teman lain yang memiliki baju ataupun baru keluaran sedangkan kita memiliki barang jadul, walaupun bayaran pas-pasan pun sering kita tetap memaksakan keinginan kita agar memiliki barang baru dengan berbagai cara. Nanti jika dompet semakin sempit barulah kita mengeluh. Banyak yang jadi sedikit pelit pada orang dan menjadi perhitungan. Takut jika hartanya akan berkurang.

Jika melihat ada orang yang malang dari kita disekitar terkadang kita hanya merogoh uang receh untuk mereka itupun hanya satu koin padahal untuk membeli barang-barang yang tak perlu bahkan hanya sekali pakai lalu buang mereka rela mengeluarkan uang banyak, padahal hal itu lebih banyak mudharat daripada maslahat nya.

Kita yang dari awal oleh Allah diberikan akal dan kodrat untuk saling membantu menjadi egois karena harta yang takut berkurang. Padahal dengan saling membantu sesama umat manusia dengan ikhlas kita akan diberi berkah oleh Allah SWT yang tak dapat dibayangkan oleh akal manusia.

Dengan tegaspun Allah mengatakan dalam firmannya yang artinya :

“Dan belanjakanlah (harta bendamu) di jalan Allah, dan janganlah kamu menjatuhkan dirimu sendiri ke dalam kebinasaan, dan berbuat baiklah, karena sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang berbuat baik.” (QS. Al Baqarah:195)

“Dan perumpamaan orang-orang yang membelanjakan hartanya karena mencari keridhaan Allah dan untuk keteguhan jiwa mereka, seperti sebuah kebun yang terletak di dataran tinggi yang disiram oleh hujan lebat, maka kebun itu menghasilkan buahnya dua kali lipat. Jika hujan lebat tidak menyiraminya, maka hujan gerimis (pun memadai). Dan Allah Maha Melihat apa yang kamu perbuat.” (QS. Al Baqarah:265)

Firman diatas adalah salah satu contoh dari banyak firman Allah tentang kemuliaan sedekah. Sedekahpun tak  harus selalu uang. Dengan memberikan senyum ikhlas pada sesama pun sudah terhitung sedekah oleh Allah.

Semua sedekah yang kita berikan tidak akan berakhir sia-sia. Pasti!. Karena Allah sudah menjelaskan dengan tegas pada firmanNya. Pada firman Allah di Surah Al Baqarah ayat 265 coba kita kutip kalimat disiram oleh hujan lebat, maka kebun itu menghasilkan buahnya dua kali lipat. Jika hujan lebat tidak menyiraminya, maka hujan gerimis pun memadai. Dari sini kita garis bawahi hujan lebat dan hujan gerimis. Seperti yang kita tahu hujan adalah sebuah fenomena alam yang baik untuk kehidupan. Dengan adanya hujan padang-padang tandus menjadi subur, tanaman-tanamanpun  dapat tumbuh yang akhirnya memberikan keuntungan dan kelangsungan hidup bagi semua makhluk di bumi.

Deras-gerimisnya hujan turun keduanya memiliki keuntungan yang sama bagi kelangsungan makhluk dibumi. Allah sering memberikan perumpamaan untuk kita mulai dari barang sekecil apapun. Sebenarnya hujan bisa dibilang hanyalah barang kecil yang diberikan oleh Allah pada umat manusia namun dengan jumlah yang banyak hujan menjadi suatu hal besar yang dapat memberi berkah pada bumi.

Begitu pula sedekah yang kita berikan, sekecil apapun bantuan yang kita berikan dalam bentuk apapun juga jika kita melakukannya dengan ikhlas dan berangsur-angsur maksudnya sering pasti semua hal itu tidak akan berakhir kosong. Pasti dan pasti Allah akan selalu membalas apa yang kita lakukan dengan berbagai caraNya yang mengangumkan.

Tak perlu takut harta kita berkurang, tak perlu takut tiba-tiba kita akan menajdi miskin. Karena Allah melihat kita, Dia tidak pernah tidur. Dia memantau semua kegiatan yang kita lakukan dan tak pernah sekalipun Allah tidak membalas apa yang diperbuat oleh makhlukNya.

LEAVE A REPLY