[Artikel] Pengaruh Kerja Jantung Saat Melakukan Aktivitas Atau Berolahraga

Nurfillaily Sameth 201510420311143 Program studi ilmu keperawatan Fakultas ilmu kesehatan Universitas Muhammadiyah Malang

ARTIKEL, Limadetik.com – Jantung merupakan salah satu organ manusia yang berperan penting dalam mensirkulasi darah, jantung terletak di dada sebelah kiri. Jantung memiliki empat ruang yaitu atrium kanan, atrium kiri, ventrikel kanan dan ventrikel kiri. Atrium kanan itu yang akan menerima darah dari vena cava superior dan vena cava kemudian memompanya melalui arteri pulmonar ke organ paru. Dari sini mengalir terus ke kapiler dan oksigen diserap, sedangkat karbondioksida diangkut. Darah yang mengandung oksigen dari paru masuk ke atrium kiri melalui vena pulmoner. Kemudian mengalir ke ventrikel kiri dan di mempompa ke orta, dan melalui sistem arteri sistemik ke jaringan kapiler pada dari berbagai jaringan. Kemudian Setelah melewati kapiler-kapiler, darah mengalir kembali melalui vena ke atrium kanan lagi melalui dua vena besar, satu dari bagian atas (vena cava superior),dan yang lain dari bagian bawah (vena cava inferior).

Pembuluh darah yang di lewati darah dari jantung dinamakan pembuluh darah arteri dan pembuluh darah yang di lewati darah ke jantung dinamakan pembuluh darah vena. Arteri sistemik berisi darah yang mengandung oksigen sehingga warnanya merah jernih dan di sebut darah arteri, sedangkan darah vena warnanya lebih gelap berisi darah yang mengandung oksigen. Jadi ada dua sirkulasi yang paralel. Sirkulasi pulmoner dapat memberikan kesempatan pertukaran gas di dalam paru, dan sirkulasi sistemik itu untuk mempertahankan internal environment yang relatif konstan terhadap sel di dalam jaringan-jaringan lain.

Aliran curah meningkat secara proporsional dengan meningkatnya intensitas latihan. Apabila melakukan latihan pada taraf 40 – 60% dari kapasitas maksimal, curah jantung pada orang yang terlatih bisa 30 liter per menit, bahkan curah jantung maksimal dapat dicapai 40 liter per menit, sedangkan pada orang yang tidak terlatih, memiliki kemampuan kerja dan curah jantung maksimal yang lebih rendah (sekitar 20 – 25 liter per menit). Karena isi sekuncup orang yang tidak terlatih sekitar 100 ml darah per denyut, sedangkan orang yang terlatih bisa mencapai 200 ml per denyut.Perubahan curah jantung seperti yang diterangkan sebelumnya untuk laki-laki dan perempuan. Tetapi kalau dibandingkan dengan laki-laki, perempuan cenderung memiliki curah jantung sedikit lebih tinggi.

Hal ini disebabkan karena perempuan memiliki kapasitas lebih tinggi sehingga yang diangkut oleh darah lebih kecil dibanding laki-laki, karena kapasitasnya lebih rendah. Curah jantung adalah merupakan indikator utama dari kapasitas fungsi sirkulasi untuk memenuhi kebutuhan darah selama melakukan kegiatan fisik. Curah jantung pada waktu istirahat sangat berfariasi. Karena banyak dipengaruhi oleh keadaan emosi yang sangat merubah aliran kortikol ke syaraf yang mempercepat denyut jantung. Tetapi rata-rata volume jantung keseluruhan yang dipompakan oleh ventrikel kiri setiap menitnya sekitar 5 liter. Jumlah ini sama dengan orang yang terlatih dan tidak terlatih. Curah jantung rata-rata 5 liter itu biasanya dicapai apabila denyut nadi 70 kali per menit bagi orang yang tidak terlatih. Sedangkan orang yang terlatih denyut nadi istirahatnya 45 kali per menit. Karena curah jantung pada waktu istirahat antara orang yang terlatih dengan orang yan tidak terlatih juga sama-sama 5 liter maka penurunan denyut nadi harus diimbangi oleh meningkatnya isi sekuncup, agar curah jantung normal.

Batas atas digunakan untuk target detak jantung untuk setiap aktivitas atau olahraga dengan intensitas tinggi. Sedangkan batas bawah adalah target detak jantung untuk setiap olahraga atau aktivitas dengan intensitas menengah. Dengan Usia 40 – 45 tahun: 85 hingga 155 detak per menit, Usia 50 – 55 tahun: 80 hingga 145 detak per menit,  Usia 60 – 65 tahun: 75 hingga 135 detak per menit,  Usia 70 tahun: 75 hingga 130 detak per menit . Ketika seseorang berolahraga dengan ekstra, baik di treadmill, atau tempat olahraga lainnya, ini malah dapat meningkatkan risiko terhadap serangan jantung mendadak pada beberapa orang tertentu. Mayoritas orang yang mengalami kematian akibat serangan jantung akibat olahraga berlebih adalah orang yang berusia di atas 35 tahun, atau bisa dibilang sudah tidak muda lagi.

Jika sehabis olahraga Anda merasa mual, pusing, sesak napas, dada sakit bahkan muntah, sebaiknya Anda segera mencari pertolongan pertama ke klinik atau puskemas terdekat. Gejala tersebut bisa jadi merupakan tanda serangan jantung mendadak, yang pastinya dapat mengakibatkan kematian.

 


Penulis : Nurfillaily Sameth

Editor : Kartono

LEAVE A REPLY