Kunjungi Sumenep, Menteri Pertanian Disambut Demo Mahasiswa

0
183

SUMENEP, Limadetik.com – Sejumlah mahasiswa yang tergabung dalam Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Komisariat Universitas Wiraraja (Unija) Kabupaten Sumenep, Jawa Timur menyambut kedatangan Menteri Pertanian RI,  Andi Amran Sulaiman dengan menggelar aksi demo, Selasa (6/6/2017). (Baca: Dua Menteri Kunjungi Sumenep, Bupati Curhat Tentang Ini…)

Kedatangannya ke Sumenep dengan agenda kunjungan kerja dalam rangka Peningkatan Luas Tambah Tanah (LTT) Padi, jagung, Kedelai dan Launcing Kartu Tani Untuk Percepatan Swasembada Pangan yang dilaksanakan di Desa Braji, Kecamatan Gapura.

Kedatangan menteri Kabinet tersebut dimanfaatkan mahasiswa untuk menyampaikan aspirasi dengan cara menggelar aksi demontrasi.

Diantaranya, mereka menyoroti masalah penyempitan lahan pertanian. Belakangan Sumenep mengalami krisis agraria akibat banyaknya tanah yang dikuasai investor asing.

“Ini masalah serius, kami harus sampaikan, karena bapak Menteri Pertanian wajib tahu, bahwa tanah-tanah subur disini sudah banyak dijual,” kata koordinator aksi, Agus Wahyudi.

Menurutnya,  lebih dari 500 hektar tanah produktif beralih fungsi menjadi perumahan, pertokoan dan bangunan-bangunan lain. Peralihan lahan secara massif terjadi di banyak Kecamatan, seperti Kecamatan Talango, Gapura, Dungkek, Batang-Batang, Manding, Dasuk, Lenteng, Bluto, Kalianget, Ambunten, Pasongsongan dan Kecamatan Kota.

“Apabila dibiarkan, mustahil kesejahteraan sosial akan terwujud.  Bahkan ketahanan pangan yang diinginkan pak Presiden juga tidak mungkin tercapai,” teriaknya.

Mahasiswa meminta, masalah krisis agraria di Sumenep menjadi perhatian Menteri Pertanian, karena jika penyempitan lahan terus berlanjut, bukan tidak mungkin suatu saat lahan subur akan musnah.

“Kondisi ini patut jadi keprihatinan kami, dan mestinya juga menjadi keprihatinan bersama, karna ini menyangkut keberlangsungan hidup petani,”tukasnya.

Sementara itu, sacara terpisah Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mengatakan, lahan pertanian masih luas. Apalagi, dalam setahun para petani bisa menanam lebih dari satu kali.

“Luas lahan masih banyak. Jadi nggak usa hawatir,”katanya pendek.

(Hoki/toni)

loading...

LEAVE A REPLY