Pantau Arus Mudik Lebaran 2017, Puluhan Ribu Personel Bakal Diterjunkan

JAKARTA, Limadetik.com – Kepolisian Daerah Jawa Tengah (Polda Jateng) akan mengerahkan 10.358 personel untuk melakukan pemantauan selama arus mudik lebaran 2017 mendatang. Mereka akan bertugas mulai H-7 sampai H+7 selama arus mudik dan balik berlangsung.

“Dalam operasi ramadaniyah ini Polda Jateng kerahkan personel sebanyak 10.358 personel. Ini juga termasuk bantuan back up dari Sekolah Inspektur Polisi (SIP) membantu dan mem-back up mengatur arus lalu lintas sepanjang jalur pantura maupun jalan tol,” tegas Kabid Humas Polda Jateng Kombes Djarod Padakova dilansir laman merdeka, Senin (5/6).

Selain anggota Polri, akan dilibatkan juga beberapa lembaga dan instansi terkait lainnya. Mereka nantinya untuk membantu pemantauan arus mudik tergabung dalam operasi Ramadaniyah 2017 ini.

“Keterlibatan instansi terkait 11.307 personel, TNI, Dishub, Satpol PP, Jasa Raharja, Damkar, PMI, Dinkes, Senkom, Orari semua kita libatkan. Total 11.307 personel bantu operasi Polri pantau arus mudik dan balik,” terangnya.

Saat melakukan pemantauan, ratusan personel patroli Unit Pengurai Simpul (UPS) dari beberapa Polres di Pantura juga akan dilibatkan guna mengurai dan mengantisipasi kemacetan.

“Anggota di dalam tol kita sebar dan kita siagakan. Pos-pos di tol di Pantura maupun di jalur Pantai Selatan, operasi ramadaniyah 24 jam kita siagakan. Kita upayakan 24 jam operasional tol. Apabila di Pantura lancar, sore, pagi kita manfaatkan jalur Pantura,” bebernya.

Selain itu, unit UPS ini juga bertugas untuk memantau kondisi keamanan para pemudik di sepanjang jalan tol dan jalur pantura dengan mengendarai sepeda motor saat berpatroli.

“Semua Polres yang ada di Jalur Pantura tadi perintah Pak Kapolda untuk menyediakan Unit Pengurai Simpul (UPS) macet yaitu anggota Polri dengan menggunakan kendaraan roda dua. Masing-masing Polres mengerahkan antara 10 personel sampai 20 personel yang menggunakan roda dua,” ungkapnya.

Sistem pengamanan dan pemantauan arus mudik ini nantinya akan diintegrasikan sistem komunikasi dan teknis pelaksanaannya dengan petugas polisi di wilayah DKI Jakarta dan Jawa Barat. “Langkah-langkah yang diambil oleh Kapolda Jateng sistem pengaturan kepadatan terkoordinasi dengan wilayah Jakarta dan Jawa Barat nanti akan diatur. Misalnya di kepadatan pintu keluar Gringsing 3 kilo sampai 5 kilo di wilayah Batang dan Pekalongan kendaraan akan diarahkan keluar tol melalui jalur Pantura, secara fleksibel di pantau 1 kali 24 jam,” pungkasnya.

 

[tm]

LEAVE A REPLY