Unik, Sex dan Perselingkuhan Menjadi Syarat Utama Untuk Ritual

SRAGEN, Limadetik.com – Bagi kalangan pelaku ritual pastinya tidak asing dengan nama Gunung Kemukus yang keberadaannya di Desa Pendem, Kecamatan Sumberlawang, Kabupaten Sragen, Jawa Tengah. Uniknya, di gunung ini pun pelaku ritual diwajibkan untuk melakukan hubungan sex dengan selingkuhannya yang dipilih selama 7 kali pertemuan di malam Jum’at Pon atau malam Jum’at Kliwon (Penanggalan Jawa). Hal itu dimaksudkan agar permintaanya untuk meraih kesuksesan di dunia dapat terkabul.

Mitos dengan adanya ritual sex yang diwajibkan dengan selingkuh ini diyakini para pencari kesuksesan dengan jalan singkat (mencari pesugihan) sebagai ritual salah satu persyaratan yang harus dijalankannya.

Menurut Linda (39), bukan nama sebenarnya, ini pun kepada Limadetik.com, menyampaikan bahwa seandainya salah satu pelaku ritual sudah sukses dengan usahanya, maka pelaku yang telah sukses tersebut harus memberikan pembagian hasil kepada lawan jenisnya yang telah diajak melakukan ritual di Gunung Kemukus tersebut.

“Ritual disini dilakukan selama tujuh kali pertemuan di malam Jum’at Pon maupun Jum’at Kliwon, pasangannya pun tidak boleh ganti-ganti mas,’’ terang, Linda ketika berbincang dengan Limadetik.com, Selasa (6/6/2017).

Perempuan yang mengaku dari Sumatera Selatan itu pun mengatakan, apabila pembagian hasil kesuksesan tersebut tidak dijalankan, akibatnya harta benda yang didapat dari ritual Gunung Kemukus akan sirna. Itulah salah satu persyaratan bagi pelaku ritual yang ingin kaya dan sukses dengan jalan singkat dalam ritual di Gunung Kemukus di Desa Pendem, Sumberlawang, Sragen, Jawa Tengah, bebernya.

Gunung Kemukus yang berada di Desa Pendem, Kecamatan Sumberlawang, Kabupaten Sragen, Jawa Tengah.

Terpisah, menurut salah satu warga Hardjono (58), warga Sumberlawang, Sragen, mengatakan konon ceritanya mitos sex dan perselingkuhan ini diyakini sebagai perjalanan hidup Pangeran Samudro dengan Dewi Ontrowulan yang menurut cerita merupakan seorang ibu tirinya, sehingga perjalanan hidup mereka diyakini pelaku ritual sebagai salah satu persyaratan yang harus dijalankan untuk mendapatkan berkah kesuksesan di dunia.

Bagi pelaku ritual di Gunung Kemukus ini pun, setiap pelaku ritual tidak diperbolehkan berganti-ganti pasangan selama melakukan ritual pada 7 kali pertemuan di malam Jum’at Pon maupun pada malam Jum’at Kliwon. Pelaku ritual hanya diwajibkan melakukan hubungan sex dengan pasanganya sejak pertama kali dipilih yang telah disaksikan oleh juru kunci makam, ungkapnya.

Disisi lain, lelaki yang setiap hari berprofesi sebagai nelayan tersebut menambahkan, bahwa satu persyaratan yang tidak boleh dilewatkan bagi pasangan ritual di Gunung Kemukus yakni apabila pasangan yang melakukan ritual telah melakukan hubungan sex dengan pasangannya selama 7 kali pertemuan, maka setiap pasangan pelaku ritual yang diwajibkan melakukan selamatan atau syukuran sebagai tanda rasa syukur atas keberhasilan melakukan ritual.

Syukuran harus dilaksanakan, syukuran dalam ritual tersebut dapat dilakukan dengan cara menyembelih ayam, kambing, sapi maupun kerbau yang dilakukan di tempat ritual Gunung Kemukus,’’ tambahnya.

Menurut cerita yang beredar di masyarakat, kisah si Pangeran Samudro ini dahulunya adalah seorang bangsawan dari Kerajaan Majapahit. Dalam kisahnya itu pun, Pangeran Samudro bersama Dewi Ontrowulan yang tak lain adalah ibu tirinya melakukan hubungan asmara selayaknya hubungan suami istri.

Sehingga perjalanan kisah pasangan anak dan ibu tiri tersebut hingga kini diyakini para pelaku ritual sebagai salah satu persyaratan untuk mendapatkan berkah di Gunung Kemukus. Keberadaan Gunung Kemukus ini pun sangat mudah untuk ditemukan melalui jalur daratan.

Sebagai informasi, jika anda ingin datang ke tempat wisata ziarah yang telah diakui Pemkab Sragen ini, anda dapat melalui dengan transportasi bus dari Terminal Tirtonadi Solo dengan tujuan Purwodadi – Blora.

Dari Terminal Tirtonadi Solo, anda cukup memberitahukan kondektur maupun kenek bus untuk turun di Gunung Kemukus, setelah turun dari pemberhentian bus, anda masih menempuh jarak sekitar 2 kilo meter lagi dengan menggunakan jasa ojek maupun jalan kaki.

 

(DMTN/toni)

LEAVE A REPLY