Dirut PT Garam Ditahan Polisi

JAKARTA, Limadetik.com – Setelah dijadikan tersangka dan ditangkap di rumahnya Sabtu (10/6) pukul 14.00 WIB, Direktur Utama (Dirut) PT Garam, Achmad Boediono harus rela menghuni sel Bareskrim, Polri. Pelaku yang beralamat di Perumahan Prima Lingkar Luar Jati Bening, Bekasi, Jawa Barat itu ditangkap terkait dugaan penyimpangan importasi dan distribusi garam industri sebanyak 75.000 ton.

Direktur Tipedeksus Bareskrim Brigjen Agung Setya mengatakan, kasus ini bermula saat PT Garam selaku badan usaha milik negara (BUMN) ditugaskan Menteri BUMN Rini Soemarno untuk mengimpor garam konsumsi dalam rangka pemenuhan kebutuhan nasional.

Sesuai Surat Persetujuan Impor yang dikeluarkan oleh Kementerian Perdagangan, yang boleh diimpor oleh PT Garam adalah garam industri dengan kadar NaCL di atas 97 persen. “Namun belakangan garam industri yang diimpor tersebut, sebanyak 1.000 ton dikemas sebagai garam konsumsi dalam kemasan 400 gram dengan merek garam cap SEGI TIGA G,” sambung Agung, dilansir laman berita1 Minggu (11/6).

Sedangkan sisanya atau 74.000 ton diperdagangkan atau didistribusikan kepada 45 perusahaan lain. Padahal Pasal 10 Permendag 125 tahun 2015 tentang ketentuan importasi Garam mengatur importir garam industri dilarang memperdagangkan atau memindahtangankan garam industri kepada pihak lain. “Faktanya PT Garam bukan hanya memperdagangkan atau memindahtangankan bahkan mengemas menjadi garam konsumsi untuk dijual kepada masyarakat,” kata Agung.

Tersangka diduga melanggar Pasal 62 UU Perlindungan Konsumen, Pasal 3 UU Tindak Pidana Korupsi, dan Pasal 3 dan 5 UU Pencegahan dan Pemberantasan Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) dengan  ancaman hukuman maksimal 20 tahun.

Lebih jauh bocornya garam industri untuk kepentingan konsumsi ini tentu melemahkan petani garam dalam negeri serta menghambat program nawacita presiden. “Bareskrim Polri akan terus mendukung program Presiden Jokowi terkait dengan swasembada pangan termasuk juga swasembada garam,” tegas Agung.

Seperti diberitakan penyidik Dit Tipideksus Bareskrim telah menetapkan petinggi PT Garam di wilayah Gresik, Jawa Timur sebagai tersangka. Selain Achmad ada satu tersangka lain dalam kasus ini. Penyidik juga masih mendalami dugaan pelanggaran dokumen yang menjadi dasar importasi tersebut.

 

[tm]

LEAVE A REPLY