Kasus Mesum Marak di Sumenep, Mahasiswa Desak Pemerintah Lakukan Langkah Strategis

0
695

SUMENEP, Limadetik.com – Sejumlah mahasiswa yang tergabung dalam Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Sumenep, Jawa Timur menemui Bupati setempat, A. Busyro Karim, Senin (12/6/2017).

Kedatangan mereka berawal dari kegelisahan. Pasalnya, belakangan marak kasus yang semakin menghawatirkan apabila pemerintah tidak melakukan langkah – langkah strategis. Mulai dari kasus narkoba, minuman keras juga kasus mesum yang sering terjadi di kos-kosan.

“Berdasarkan data yang kami himpun dari 2016-2017, di Sumenep ini ada sekitar 46 kasus mesum yang dimuat di media,”kata salah satu mahasiwa, Urip Prayitno usai ketemu Bupati.

Maraknya kasus mesum terjadi di kos-kosan. Persoalannya, sambung mahasiswa salah satu kampus di Sumekar, penyelenggara usaha tidak tertib aturan. Penyebabnya, karena tidak ada aturan khusus, seperti adanya Peraturan Daerah (Perda).

“Sumenep belum memiliki Perda penyelenggaraan kos. UUD 1945 pasal 18 ayat 7 yang menyatakan susunan dan tata cara penyelenggaraan pemerintah daerah diatur dalam UUD,” jelasnya.

Itu sebagai payung hukum pembentukan peraturan daerah yang dipercayai bisa menstabilkan pemerintah dengan masyarakat.

Disamping kasus mesum, mereka juga mengungkap tingginya kasus narkoba. Hingga Sumenep masuk kategori zona merah penyebaran narkoba.

“Dari persoalan tersebut, kami mendesak pemerintah untuk melakukan langkah – langkah strategis dengan cara diantaranya, memperbaiki proses perijinan kos,” ucapnya.

Termasuk pula harus ada perda yang mengatur penyelenggaraan kos dan intens menindak terhadap penjual miras. “Termasuk kami sarankan, BNNK melakukan tes urin kepala desa, aparatur desa dan masyarakat desa. Ini perlu dilakukan agar Sumenep bebas narkoba,”tukasnya. (Hoki/Rud)

loading...

LEAVE A REPLY