Presiden Jokowi Tak Ingin Ada Pelemahan Terhadap KPK

Presiden joko widodo saat berpidato di depan menteri kabinet kerja di istana negara/foto nasional kompas

Limadetik.com,Jakarta – Ditengah sibuk nya anggota DPR-RI menggenjot hak angket terhadap Komisi Pemberntasan Korupsi (KPK) belakangan ini nampak nya pihak legislator dalam hal ini DPR-RI terus berupaya dan mengupayakan suara bulat dalam menentukan dan memutuskan secepatnya hak angket terhadap lembaga antirasuah tersebut (KPK,red).

Presiden Joko Widodo (Jokowi) menegaskan,  tidak ingin adanya upaya pelemahan terhadap Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Menurut Jokowi, KPK harus diperkuat karena negara masih memerlukan upaya pemberantasan korupsi yang maksimal.

“Saya tidak ingin KPK lemah. Sudah. KPK harus kuat dan upaya pemberantasan korupsi juga tidak boleh mengendur karena negara kita masih memerlukan upaya yang luar biasa dalam pemberantasan korupsi,” tutur Jokowi

Idependensi lembaga antirasuah harus menjadi landasan utama dalam pemberantasan korupsi di Tanah Air. Independensi itu juga harus menjadi landasan keputusan KPK dalam mengusut suatu perkara korupsi. Jokowi menjelaskan hal tersebut di Press Room Istana Negara, Gambir, Jakarta Pusat, Selasa (13/5/2017).

“Jadi, kita perlu KPK yang kuat, KPK yang independen, dan pemikiran tersebut harus menjadi sebuah landasan dalam rangka upaya kita bersama, untuk pemberantasan korupsi dan pemikiran ini harus menjadi landasan kita bersama dalam semua langkah, dalam setiap pembuatan keputusan,” sambung Jokowi.

“‎Jadi jangan ada pikiran-pikiran melemahkan KPK, enggak boleh. Jadi saya kira (itu),” imbuh Jokowi.

Presiden Jokowi enggan mengomentari hak angket KPK yang dibentuk DPR RI‎. Sebab, hak angket KPK merupakan hak dan ranah dari para wakil rakyat.

“Itu wilayah DPR,” pungkas Jokowi.(ARN/YD)

LEAVE A REPLY