Bertemu Pengurus NU Forum Advokat Bahas Pancasila

Limadetik.com,Jakarta – Belakangan ini ancaman terhadap Pancasila sebagai lambang Negara Indonesia sekaligus sebagai ideologi berbangsa dan bernegara semakin nampak oleh beberapa kelompok kelompok tertentu yang ingin menggantikan pancasila sebagai falsafah NKRI.

Tentunya hal ini pun mengundang keprihatinan rakyat indonesia yang cinta kedamain dan ketentraman didalam berbangsa dan bernegara,tak terkecualai kalangan aktivis hingga para pengawal hukum pun mulai bangkit kembali ikut serta memikirkan keberagaman yang dinaungi pancasila.

Sekertaris Jenderal Pengurus Besar Nadhlatul Ulama (PBNU), Helmy Faishal menerima kedatangan anggota Forum Advokat Pengawal Pancasila (FAPP) secara tertutup. FAPP menemui PBNU guna membahas langkah bersama dalam melawan radikalisme. Pertemuan ini juga membahas cara menjaga Pancasila dan Bhinneka Tunggal Ika. Namun intinya ialah komitmen kebersamaan untuk terus menjaga Indonesia.

“PBNU kedatangan tamu dari teman-teman Advokat Pengawal Pancasila beliau menyampaikan jangan khawatir NU tidak sendirian mengawal Pancasila,” ujar Helmy di Kantor PBNU, Jalan Kramat Raya Nomor 164, Jakarta Pusat, Kamis (15/6/2017).

Helmy mengatakan menerima masukan dari FAPP terkait komitmen untuk mengawal Pancasila. Dia juga mengatakan pertemuan ini bersifat masukan saja.

“Ada beberapa hal yang disampaikan ke Presiden tapi sekali lagi saya tidak bisa menyebutkan karena ini bersifat tertutup tapi ini bersifat masukan-masukan,” jelasnya.

Sama halnya dengan anggota FAPP, I Wayan Sudirta, ia mengatakan pihaknya mendukung pemerintah dalam menjaga Pancasila. Siapapun yang mengganti Pancasila akan berurusan dengan hukum tanpa sikap represif.

“Jadi yang nomor satu Pancasila ini tegak. Mari kita hadapi siapapun yang mengganti Pancasila, mari kita sama-sama mendukung pemerintah kalau ada yang melanggar aturan, lalu siapapun yang mengganti Pancasila. Kita dorong Pancasila melalui jalur hukum tanpa bersikap represif,” ujar Wayan.

Wayan mengatakan penegakan hukum tidak cukup dengan legitimasi yuridis dan legitimasi sosial. Namun, hal ini akan semakin baik bila ada komunikasi dengan NU sebagai ormas yang mempunyai pengalaman panjang.

“NU punya pengalaman panjang bagaimana bangun masyarakat, membela masyarakat, membela orang-orang kecil, yang sebenarnya juga sama sisi advokat itu juga membela orang kecil yang tertindas, selain mereka menghidupi dirinya sendiri,” jelasnya.

Sesuai dengan tema mempertahankan Pancasila, Wayan yakin tidak salah untuk mengunjungi NU. Hal ini guna mendapat masukan dan kerjasama dalam menjaga Pancasila dan Bhinneka Tunggal Ika.

“Saya yakin tidak salah kalau NU pertama yang kita kunjungi, untuk mendapat sejenis masukan lalu kemudian kita mencoba nanti mungkin ada kerjasama yang bisa kita lakukan,” tutup Wayan.(ARN/YD)

LEAVE A REPLY