Blokade Belum Diangkat Dari Doha,Qatar Tolak Negosiasi

LIMADETIK.com,DOHA – Perseteruan antar Negara negara Arab dibawah pimpinan Saudi Arabia bersama Qatar masih belum menemukan titik terang sejak Arab Saudi cs melakukan pemutusan hubungan diplomatik dengan Qatar,belakangan nampak nya Qatar pun mulai memainkan strategi politiknya melawan Arab Saudi Cs dengan tuntutan Blokade terhadap Doha harus dihentikan.

Qatar mengatakan tidak akan melakukan negosiasi dengan negara-negara Arab pimpinan Saudi yang telah memutuskan hubungan Doha, sampai blokade di negara Teluk Persia itu diangkat.

Menteri Luar Negeri Qatar Sheikh Mohammed bin Abdulrahman Al-Thani membuat pernyataan ini dalam sebuah konferensi pers di ibukota Doha pada hari Senin (19/06), dengan mengatakan bahwa “Jika Qatar masih diblokir, maka tidak ada negosiasi. Mereka harus mencabut blokade untuk memulai negosiasi.”

“Sampai sekarang kami tidak melihat adanya kemajuan dalam mengangkat blokade, yang merupakan prasyarat untuk langkah ke depan,” kata Sheikh Mohammed, menambahkan bahwa mengakhiri embargo, yang merupakan tindakan “agresi”, adalah “prasyarat”untuk negosiasi.

Komentarnya muncul beberapa jam setelah rekannya dari Uni Emirat Arab (UEA), Anwar Gargash, menyatakan bahwa monarki Arab di kawasan Teluk Persia bisa jadi terus mengisolasi Qatar “selama bertahun-tahun” jika Doha tidak mengubah kebijakan luar negerinya.

Menteri luar negeri Qatar lebih lanjut menegaskan bahwa Doha belum menerima permintaan solid yang diajukan oleh mereka yang melakukan blokade atau oleh negara-negara yang mencari solusi diplomatik, termasuk Kuwait, Amerika Serikat, Prancis dan Inggris.

“Kami tidak bisa hanya menerima permintaan (samar-samar) seperti ‘orang Qatar tahu apa yang kami inginkan dari mereka, mereka harus menghentikan ini atau itu, mereka harus dipantau oleh mekanisme pemantauan asing’,” kata Sheikh Mohammed, menambahkan bahwa apa yang dilihat Doha sejauh ini adalah bahwa “tidak ada dasar yang kuat untuk permintaan ini.”

Arab Saudi, Bahrain, Mesir, dan Uni Emirat Arab memutuskan hubungan dengan Qatar pada 5 Juni dengan tuduhan bahwa menuduh Doha mendukung “terorisme” dan mendestabilisasi kawasan. Qatar, pada bagiannya, telah mengecam tindakan tersebut karena tidak dapat dibenarkan, dengan mengatakan bahwa tuduhan tersebut didasarkan pada klaim dan asumsi yang salah. (ARN/YD)

LEAVE A REPLY