Suami Biduan Asal Ngawi Tewas Usai Antar Istrinya Ngejob

NGAWI, Limadetik.com – Berdampingan dengan pasangan itu menjadi impian
banyak orang, apalagi berdampingan hidup hingga hari tua. Impian dalam membangun rumah tangga yang diimpikan untuk bersama menjadi kakek – nenek
yang dialami keluarga sederhana asal Ngawi ini tidak seperti dalam pepatah
satu nyawa dua badan, yang mengartikan sehidup semati dengan pasangannya.

Keluarga Gunawan dan Ririn Purwati, warga Dusun Tambakselo, Desa Pelang
Lor, Kecamatan Kedunggalar, Ngawi, ini terpaksa harus menyandarkan impiannya ditengah jalan dalam membangun mahligai rumah tangganya.

Pasalnya, ditengah berlabuh mambangun rumah tangga, pria 29 tahun tersebut
diketahui meregang nyawa seusai mengantarkan istrinya yang diketahui
seorang biduan campursari ketika mendapatkan job.

Berdasarkan informasi yang diperoleh Limadetik.com dari sumber Humas
Polres Ngawi mengatakan, korban (Gunawan, red), suami dari biduan itu
diketahui meninggal dunia diduga karena factor penyakit jantung yang deritanya kambuh ketika usai melakukan makan bersama dengan tetangganya.

Kapolsek Paron, I Wayan Murtika, membenarkan terkait adanya peristiwa
tersebut. Menurut Kapolsek yang berdarah Bali itu menyampaikan, awal
peristiwa terjadi ketika korban (Gunawan, red) melakukan makan bersama
dengan tetangganya seusai mengantarkan istri menyanyi ditempat hajatan di
Dusun Paron, Desa Palang Lor, Kedung Galar, Kabupaten Ngawi, pada Minggu
(2/7/2017) kemarin.

“Benar kemarin petang ada orang meninggal atas nama Gunawan, setelah
mengantar istrinya untuk nyanyi ditempat hajatan manten. Diduga penyakit
jantungnya kambuh, seketika korban pun diketahui pingsan saat bersandar
ditempat duduknya dengan kondisi badan yang lemas usai menyantap nasi
dirumah tetangganya,’’ terang, AKP. I Wayan Murtika, dalam keterangannya.

Dengan adanya peristiwa tersebut, saat mengetahui keadaan korban sudah
lemas dan bersandar ditempat duduk usai melakukan makan, seketika warga
membawa korban ke Puskesmas Jambangan, Paron, Kabupaten Ngawi.

Menurut keterangan istri, korban memiliki riwayat penyaki jantung, tambahnya.

Berdasarkan informasi yang diperoleh Limadetik.com dari hasil visum yang
dilakukan petugas medis Puskesmas Jambangan, Paron dan kepolisian setempat tidak menemukan tanda-tanda penganiayaan dalam tubuh korban. Dalam
peristiwa itu, korban dinyatakan meninggal karena penyakit jantung. (DMTN/RD).

LEAVE A REPLY