Menpar : Sektor Pariwisata Indonesia Akan Terhambat Oleh Rumitnya Regulasi

Menpar Arief Yahya Saat diskusi edukasi wisata dijakarta/sumber foto detikcom

Limadetik.com,Jakarta – Indonesia sedang bangkit dalam sektor pariwisata dimana hampir tiap daerah dibelahan negeri ini mulai menggalakkan dan membangun Destinasi wisata yang ada di masing masing daerah itu sendiri,namun nampak nya tak harus langsung melejit begitu saja sebab ada beberapa tantangan tersendiri di sektor pariwisata Indonesia yang terhambat oleh rumitnya regulasi wisata itu sendiri.

Menteri Pariwisata (Menpar) menegaskan Pembangunan sektor pariwisata Indonesia memiliki banyak tantangan. Untuk Indonesia, salah satu masalahnya terletak pada rumitnya regulasi atau aturan.

Sebelum traveler atau investor masuk ke Indonesia, ada dinding bernama regulasi atau perizinan yang harus dilalui lebih dulu. Diungkapkan oleh Menteri Pariwisata (Menpar) Arief Yahya saat press conference Nihi Sumba Island di Gedung Sapta Pesona, Rabu (12/7/2017), hal itu menjadi masalah utama untuk memajukan pariwisata Indonesia.

“Saya harus berterus terang, perizinan di kita sangat susah. Untuk merubah mental kita itu perlu waktu 10-20 tahun. Segala sesuatu yang terkait permit kita nilainya pasti jelek. Begitu ada izin pasti jelek. itu membuat image kita di depan investor tidak terlalu bagus,” ujar Arief.

Menanggapi rumitnya perizinan di Indonesia, Arief mengatakan bahwa perlu dibangun Kawasan Ekonomi Khusus atau KEK untuk memudahkan wisatawan hingga investor.

“Trik yang saya usulkan adalah setiap daerah harus membentuk Kawasan Ekonomi Khusus untuk investasi, sehingga izinnya hanya di situ, jadi perlakukan investor secara khusus di kawasan ekonomi khusus, jadi tidak perlu melakukan training, itu tetap kita lakukan tapi betul-betul long term. Negara ini butuh juga saat ini, sehingga insert bisnis kita baik,” ungkap Arief.

Arief pun sempat memaparkan regulasi Vietnam yang disebutnya sangat ramah pada pariwisata. Atas hal itu, Arief pun mengatakan bahwa Indonesia perlu belajar banyak dari Vietnam.

“Vietnam harus kita tiru, dia melakukan deregulasi besar-besaran. Mereka sangat pro ke investasi itu bagus untuk negaranya, saya harapkan kita juga seperti itu,” tutup Arief.(Yd)

 

Sumber : detik com

LEAVE A REPLY