Presiden RI Berpesan Hentikan Fitnah dan Mencela Sesama Demi Keutuhan dan Kemajuan Bangsa

MAKASSAR,Limadetik.com – Puncak Peringatan Hari Koperasi Nasional (Harkopnas) di Makssar tahun ini dihadiri orang nomer satu di negeri indonesia ini (Presiden RI) yang ditempatkan di Lapangan Karebosi,Makassar Sulawesi selatan rabu,(12/7/2017) sore.

Presiden Joko Widodo hadir di dampingi Ibu Negara Iriana Jokowi,dalam kesempatan ini menyampaikan beberapa pesan moral diantara nya sebagai warga yang baik marilah kita hentikan mencela,membuat fitnah sesama kita yang semua itu demi keutuhan Bangsa dan Negara tercinta ini ucap Presiden Jokowi saat menyampaikan pidato nya di depan warga masyarakat makassar sulawesi selatan

Pada peringatan Harkopnas tersebut, Jokowi membahas masalah kemiskinan, ketimpangan dan kesenjangan sosial di Indonesia yang menurutnya menjadi hal yang harus ditangani bersama.

Ia mengatakan, seluruh pihak terkait dan masyarakat harus bertindak untuk mengatasi masalah tersebut demi kemajuan bangsa, bukan dengan menghabiskan tenaga untuk hal-hal yang tidak penting.

“Ini jadi PR berat yang harus dihadapi bersama. Kita harus gunakan SDM yang kita miliki untuk mengatasi itu. Jangan sampai tenaga kita habis untuk hal-hal tidak produktif,” pesan Jokowi di hadapan belasan ribu tamu undangan yang hadir.

Ia mengatakan tindakan produktif seperti mencela sesama saudara sebangsa, fitnah, kabar bohong, dan saling mengejek hanya akan menghalangi kemajuan bangsa.

“Jika hal itu kita tinggalkan, saya yakini ekonomi kita akan lebih baik lagi, dan bangsa kita akan semakin maju,” kata Jokowi.seperti yang diberitakan tribuntimur.

Terkait koperasi, mantan Gubernur DKI Jakarta ini menginginkan koperasi menjadi institusi rakyat yang penting di masa depan.

“Untuk itu harus diberdayakan ke depannya. Kita juga ingin menempatkan koperasi sebagai penerima yang dapat memanfaatkan konsesi yang diberikan,” kata dia.

Puncak Harkopnas ke-70 turut dihadiri Menteri Koperasi dan UMKM AA Gede Ngurah Puspayoga, Ketua Dewan Koperasi Indonesia Nurdin Halid, dan Forkomoinda Sulsel. (yd)

1 KOMENTAR

LEAVE A REPLY