Polres Pamekasan Tetapkan 1 Tersengka Kasus Pembkaran Maling

PAMEKASAN,Limadetik.com – Senin (17/7/2017) Kepolisian Resort Pamekasan akhirnya menetapkan 1 tersangka atas kasus pembakaran maling oleh massa yang terjadi pada 22 Mei lalu di Desa Larangan Badung Kecamatan Palengaan Kabupaten Pamekasan yang menyebabkan korban meninggal dunia.

“Kasus yang selama ini viral di media sosial, yakni pembakaran diduga pelaku pencurian, berdasarkan hasil penyidikan, kita tetapkan 1 orang tersangka, FR warga Desa Poto’an laok Kecamatan Palengaan sebagaimana hasil penyelidikan dilakukan satuan reserse Kriminal kepolisian Resort Pamekasan,” jelas AKBP Nowo Hadi Nugroho kepada sejumlah media.

AKBP Nowo mengtakan, ditetapkannya 1 orang tersangka itu berdasarkan hasil pemeriksaan video yang menyebar di media sosial. “Tersangka ada jelas didalam video itu dan melakukan tindak kekerasan terhadap pelaku pencurian, bahkan bisa bertambah lagi,” ucapnya.

Menurut dia, kejadian itu memang sudah berlalu, tetapi peristiwa sadis dengn cara membakar dan menghakimi sendiri itu tidak boleh, sebab melanggar hak-hak asasi kemanusiaan.

“Atas kejadian pembakaran secara massa dan penganiayaan itu, justru memberikan dampak negatif kepada masyarakat,” tambahnya.

Akibat perbuatan tindakan kekerasan itu, tersangka dijerat dengan pasal 170 ayat 2 ke 2e, 3e atau 351 ayat 2,3 Jo 55 ayat 1 ke 1 KUHP tentang bersama sama melakukan kekerasan terhadap orang yang menyebabkan luka berat dan matinya orang atau turut serta melakukan penganiayaan yang menyebabkan luka berat dan matinya orang lain dengan ancaman hukuman maksimal 12 tahun penjara.

Pria Kelahiran Jepara Jawa Tengah itu berharap atas kejadian penganiayaan dan pembakaran massa terhadap pelaku yang diduga mau mencuri sepeda motor, harus menjadi pelajar bagi semuanya, tidak boleh sampai terjadi lagi. apabila mendapatkan pelaku pencurian atau maling agar langsung diserahkan kepada aparat penegak hukum.(Arif/Yd)

LEAVE A REPLY