SUMENEP, limadetik.com – Pada saat rekrutmen Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) sejumlah orang berebut untuk menjadi aparatur sipil negara (ASN). Namun, ketika sudah jadi ASN, malah tidak dijalankan dengan baik.

Hal itu terjadi di lingkungan Pemerintah Kabupaten Sumenep, Jawa Timur. Selama 2018 ada satu ASN di diberhentikan tidak hormat. Hal itu diungkap Bupati Sumenep, A. Busyro Karim, setelah selesai melantik atau mengukuhkan ratusan pejabat, Kamis (3/1/2019).

“Penerapan sanksi dijatuhkan sesuai dengan peraturan yang berlaku. Dan sanksi pemberhentian tidak hormat merupakan sanksi terberat bagi ASN, karena semua hak sebagai abdi negara secara otomatis dicabut. Dia tidak dapat pensiunan,” katanya.

Busyro tidak menerangkan identitas ASN yang diberhentikan secara tidak hormat. Menurutnya, selama 2018 ASN yang dijatuhkan sanksi berat ada 10, dari 10 itu 6 diantaranya diberhentikan.

Oleh sebab itu mantan Ketua DPRD dua periode ini menekankan semua ASN untuk berperilaku yang baik dan menjunjung tinggi asas kerja yang bagus.

“Ketika moralnya bagus dan punya kinerja bagus, maka dalam menjalankan tugasnya tentu akan bagus pula. Karena pengawasan itu tidak hanya berasal datang dari luar, tetapi juga dari dalam dirinya,” tukasnya Busyro. (hoki/rud)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here