https://limadetik.com/

GKP Dukung Polri Wujudkan Sikap Toleran di Daerah Intoleran

  • Bagikan
IMG 20200422 152548

JAKARTA, Limadetik.com – Gerakan Kebajikan Pancasila (GKP) mendukung upaya jajaran Kepolisian Republik Indonesia (Polri), wewujudkan sikap toleran di daerah Inteloran. Hal itu disampaikan Wakil Ketua GKP, Dipl.Ing. Charles HM Siahaan SH, menyikapi kasus pelarangan melaksanakan ibadah yang terjadi di Cikarang Bekasi, Jawa Barat, yang penyelesaiannya berujung damai antara kedua belah pihak.

Charles menceritakan, secara pribadi dirinya mewakili GKP ikut menyikapi peristiwa itu, berawal pada Minggu 19 April 2020, siang, pihkanya memperoleh kiriman video dari seorang penatua gereja di wilayah Cikarang, Kabupaten Bekasi, Jabar yang isinya bermuatan “Aksi intoleran pada masa penerapan PSBB” katanya, Selasa (21/4/2020) kemarin.

limadetik branding

Mendapat kiriman vidio itu, lanjut Charles, dirinya melakukan klarifikasi dan investigasi atas isi video tersebut, serta mencoba mencari ikhtiar guna membantu menyelesaikan masalah yang termuat dalam video tersebut.

“Sesuai koordinasi dengan beberapa rekan pegiat sosial di Bekasi, memberikan saran untuk mengupayakan melaporkan peristiwa itu ke Polres Bekasi sebagai tindakan antisipasi guna mencegah potensi tindakan lain yang lebih buruk” terang Charles.

Apalagi, dalam tempo singkat, rekaman video menjadi viral di kalangan netizen dunia medsos dan mendapat respon “menyayangkan aksi intoleran tersebut” serta berharap dapat segera diselesaikan bahkan menghukum siapa yang bersalah, dan sebagainya.

Selanjutnya, seperti yang sudah dapat diikuti bersama melalui aneka reportase maupun medsos dengan dipimpin petugas kepolisian Polres Bekasi yang begitu sigap menanggapi masalah ini. “Akhirnya menjelang tengah malam telah tercapai kesepakatan damai antara Haji Mulyana dengan Penatua St J. Sihombing” jelasnya menceritakan.

Charles menuturkan, memang selama ini Bekasi diketahui merupakan wilayah dengan tingkat toleransi sangat rendah. Tapi kali ini, pihak kepolisian di Bekasi mampu mencegah aksi intoleran berkembang lebih jauh memburuk dalam waktu kurang dari 24 jam.

“Kita bersyukur, peristiwa kemarin tidak memperburuk keadaan. Dan jajaran Polda Metro DKI dan Polres Bekasi, mampu menghadirkan perdamaian dua kelompok agama yang berbeda,” ucapnya.

Charles mengaku, memberikan apresiasi kepada pihak Kapolda Metro Jaya DKI Irjen Nana Surjana, bersama Polres Bekasi yang berhasil mewujudkan perdamaian antara H. Mulyana dengan Penatua Gereja St.J Sihombing atas kesalah pahaman peribadatan di rumah saat PSBB.

“Kami Mendukung Polda Metro dibawah pimpinan Irjen Nana Sujana yang mampu melahirkan momentum mengangkat level Bekasi yang selama ini berpredikat wilayah intoleran atau toleransi rendah menuju wilayah peduli toleran yang lebih baik,” pungkas Charles Siahaan.

Kemudian Charles Siahaan menambahkan, bahwa segenap rakyat menuntut Polisi agar berkemampuan menjadi panglima masyarakat toleran di wilayah-wilayah Intoleran  yang masih ada.

Gubernur Jabar Sosok Lawan Intoleransi

Charles juga menilai, Ridwan Kamil merupakan sosok lawan inteloransi. Sebab, menurut catatan dan sepanjang pengetahuan GKP,  Gubernur Jabar Ridwan Kamil memiliki kepedulian tinggi terhadap perilaku dan kejadian Intoleran di wilayahnya. “Ridwan Kamil tahu persis, bahwa Jabar merupakan wilayah dengan predikat Toleran sangat rendah,” ujar Charles Siahaan.

Charles Siahaan melanjutkan, pada Kejadian kasus penghentian peribadatan di rumah pribadi semasa PSBB di Cikarang, secara pribadi maupun selaku Gubernur Jabar, Ridwan Kamil turut prihatin dan sekaligus mengapresiasi. Hasil perdamaian yang dicapai kedua warga yang sangat berpotensi menjadi gerakan Intoleran yang sangat tidak menguntungkan di masa perjuangan melawan pandemik Covid-19 ini.

Charles Siahaan berharap, agar seluruh warga di wilayah Provinsi Jabar, bersama-sama mewujudkan Jabar Toleran. “Ayo Lawan Pandemik Covid-19 dan Wujudkan Jabar Toleran!!. Dan Kami ingat kalimat Dewan Pembina GKP Prof. Dr. Ahmad Syafii Ma’arif bahwa Orang baik Jangan Diam,” pungkas Charles mengakhiri. (Mario Oktavianus Sinaga/yd)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan