https://limadetik.com/

“Totta’an Dhereh”, Budaya Tradisional Yang Perlu Dilestarikan

  • Bagikan
IMG 20200727 WA0038

BONDOWOSO, Limadetik.com – Gebrak Burung Merpati atau orang menyebutnya dengan bahasa Madura Totta’an Dhereh adalah acara yang sudah ada puluhan tahun lampau. Acara ini biasa digelar mengikuti acara-acara inti seperti hajatan, perlombaan dan acara Agustusan.

Jadi untuk tetap melestarikan kebudayaan tradisional tersebut, Pemerintah Desa (Pemdes) Jebung Kidul Kecamatan Tlogosari mengadakan lomba Totta’an Dhereh yang digelar di area Pasar Kita Jebung Kidul, Senin (27/7/2020).

limadetik branding

Tidak hanya desa-desa tetangga yang ikut andil dalam lomba tersebut, namun antusiasme peserta hingga dari kabupaten lain. Ada 38 peserta dengan total burung merpati atau Dhereh sebanyak kurang lebih 700 ekor.

Plt Kelapa Dinas Pariwisata Pemuda dan Olah Raga (Disparpora) Bondowoso yang hadir dalam acara tersebut mengatakan, pihaknya sangat mengapresiasi atas kegiatan ini.

“Atas nama Pemerintah Daerah, kami sangat mengapresiasi event yang diselenggarakan oleh Pemdes Jebung Kidul ini, selain memperkenalkan desanya, ini juga sebagai ajang memperkenalkan sektor pariwisata di Bondowoso” kata Retno saat ditanya Limadetik.com.

Dan dengan acara ini tentunya akan membuka desa-desa lain yang juga mempunyai olahraga tradisional kemasyarakatan.

“Selama ini kita belum maksimal untuk menggeliatkan, ini merupakan potensi untuk kita dalam mempromosikan pariwisata. Kedepan kita akan lakukan pembinaan dalam penguatan kelembagaan paguyuban-paguyuban olahraga tradisional dan kita akan berikan bantuan yang tentunya bantuan hibah, tapi harus jelas ya” tambahnya.

Hal senada juga diutarakan Kepala Desa Jebung Kidul, Samsidi, dirinya menjelaskan, bahwa lomba Totta’an Dhereh ini untuk mengangkat potensi merpati yang bagus dan meningkatkan minat masyarakat akan budaya tradisional.

“Saat ini Totta’an Dhereh kan sudah hampir punah, makanya dengan event ini kita bangkitkan lagi, agar masyarakat Bondowoso tahu bahwa Totta’an Dhereh merupakan olahraga budaya tradisional” kata Kades Samsidi.

Selain menghidupkan budaya tradisional, Totta’an Dhereh ini juga sebagai pengenalan pasar di Desa Jebung Kidul tersebut.

“Di pasar ini kan banyak juga penjual burung merpati dan burung ocehan, maka dengan ini, pelaku pasar akan semakin besar setidaknya kan ada minat dari masyarakat, selain pelestarian budaya maka secara tidak langsung ada perputaran ekonomi di dalam pasar” tambahnya.

Meski cuaca panas terik, tidak menyurutkan ribuan masyarakat yang ingin menyaksikan acara tradisional ini. Nampak hadir Camat Tlogosari, Kapolsek, Danramil, Tokoh masyarakat dalam acara ini. (budhi/yd)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan