https://limadetik.com/

KM DBS I Tetap Melayani Penumpang Untuk Warga Kepulauan, Ini Kata Humas Sumekar Line

  • Bagikan
IMG20200428150507 scaled
Suasana saat calon penumpang KM DBS I di tempat penjualan tiket

SUMENEP, Limadetik.com — Larangan kapal/transportasi laut untuk seluruh wilayah di Indonesia agar tidak mengangkut penumpang dalam situasi pandemi nampaknya tidak berlaku bagi Kabupaten Sumenep, Jawa Timur.

Pasalnya, larang bagi transportasi baik laut, udara, dan darat untuk tidak mengaagkut penumpang kecuali logistik, TNI-Polri dan tenaga kesehatan/medis di sumenep dinilai tidak berlaku sesuai Permenhub.

limadetik branding

“Larang angkut penumpang itu berlaku bagi daerah yang sudah ditetapkan PSBB. Kita kan belum PSBB, jadi masih tetap mengoprasikan kapal seperti biasanya” kata Eko Wahyudi, Humas PT.Sumekar Line, Selasa (28/4/2020).

Baca juga: Transportasi Laut di Sumenep Tidak Boleh Angkut Penumpang, Kecuali Logistik

Menurut Eko, pihaknya masih tetap mengacu kepada Peraturan Menteri Perhubungan (Permenhub) nomor 25 yaitu bagi wilayah/daerah yang belum menerapkan PSBB maka masih tetap bisa melayani penumpang, dan ini menjadi pegangan pihaknya untuk tetap melayani masyarakat kepulauan yang hendak mudik.

“Sumenep kan masih belum ada PSBB, di sini masih bisa untuk kita lanjutkan pelayaran. Dan apa yang disampaikan Kadishub dan KSOP seperti yang diberitakan kemarin itu mungkin harus kita kaji lebih detil lagi agar tidak menjadi bola liar di masyarakat. Kalau sudah seperti ini penumpang tetap ada siapa yang bertanggung jawab karena sekarang sudah jadwal DBS I” terangnya.

Baca juga: Kapal Dilarang Angkut Penumpang, Warga Kepulauan Sumenep Meradang

Disinggung terkait Sosial Distancing atau jaga jarak yang diberlakukan akibat covid-19, pihaknya mengaku tetap mengikuti protokoler keseharan guna ikut memutus penyebaran covid-19 di Sumenep.

“Kalau soal sosial distancing ini tentunya kita sudah mengimbau kepada seluruh penumapang melalui ABK agar tetap diberlakukan jarak antar orang yang ada. Dan saya rasa semua itu yang tahu crew kapal lah ya” tuturnya.

Selain itu lanjut Eko, pihaknya juga memberlakukan pemeriksaan KTP atau identitas calon penumpang yang hendak bepergian ke Kangean dan Sapeken harus ber KTP pulau (Kangean-Sapeken) untuk mempermudah pendeteksian dan pelayanan.

“KTP/identitas calon penumpang itu untuk memastikan bahwa seluruh orang yang naik Kapal DBS I adalah asli warga kepulauan, baik kangean maupun sapeken. Hal ini salah satu upaya mendeteksi adanya warga di luar KTP kepulauan” tukasnya.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, pihak KSOP Kaliangat dan Dinas Perhubungan melarang Kapal mengangkut penumpang untuk angkutan transportasi laut (Kapal) kecuali logistik, TNI dan Polri serta tenaga kesehatan/medis. (yd/yd)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan