Daerah

Antrian di Pelabuhan Kalianget-Talango Capai 5 Jam

×

Antrian di Pelabuhan Kalianget-Talango Capai 5 Jam

Sebarkan artikel ini
Kapal Penumpang di Pelabuhan Kalianget

SUMENEP, limadetik.com – Warga yang hendak menyebrang dari Pelabuhan Kalianget-Pelabuhan Talango dan sebaliknya perlu untuk bersabar. Pasalnya, untuk menyebrang di pelabuhan itu membutuhkan waktu antara 3 hingga 5 jam.

Pasalnya, kini hanya ada satu armada yang melayani warga untuk menyebrang di Pelabuhan tersebut, yakni Safaras Jaya atau Puskopal. Sedangkan armada Serbaguna saat ini informasinya dalam proses perbaikan.

“Untuk menyebrang dari Kalianget-Talango atau sebaliknya, ini kadang sampai antri 5 jam. Karena hanya satu armada yang beroperasik,” kata salah satu warga Kecamatan Talango yang setiap hari menyebrang di Pelabuhan ini, Moh. Edi, Senin (5/8/2019).

Padahal, sambung pria yang karib disapa Edi, apabila dua armada sama-sama beroperasi, antrian maksimal hanya satu jam. “Kalau normal biasanya 10 hingga 15 menit sudah naik ke atas kapal,” terangnya.

Dari itu, pihaknya meminta Pemerintah Kabupaten Sumenep, Jawa Timur memperhatikan persoalan yang mengganggu aktifitas warga. Apabila persoalan ini tidak kunjung dicarikan solusi, maka berakibat terhadap menurunnya produktifitas masyarakat, khususwa yang ada di Kecamatan Talango atau Pulau Poteran.

Sementara itu, Kepala Dinas Perhubungan Sumenep, Agustiono Sulasno membenarkan persoalan yang dialami masyarakat yang hendak menyebrang dari Pelabuhan Kalianget-Talango. Menurutnya, persoalannya adalah kapal yang melayani penyebrangan saat ini hanya satu armada.

“Saat ini yang beroperasi operator Safaras Jaya. Sedangkan operator Serbaguna ngedok atau dalam proses perbaikan. Karena informasinya, baling-balingnya rusak,” katanya saat ditemui limadetik.com di ruang kerjanya.

Idealnya, sambung Agus, setiap operator pelayaran tidak hanya memiliki satu armada. Minimal masing-masing operator memiliki dua atau tiga armada pelayaran.

“Sehingga apabila satu kapal diperbaiki, bisa menggunakan kapal yang lain. Sementara ini, masing-masing operator hanya memiliki satu kapal,” tegasnya. (hoki/dyt)