IWO Sumenep, Resmi Buka Lomba Pidato Bung Karno di Pendopo Agung Keraton Sumenep
LIMADETIK.COM, SUMENEP Ikatan Wartawan Online (IWO) Kabupaten Sumenep resmi membuka Lomba Baca Puisi dan Lomba Pidato Bung Karno yang digelar di Pendopo Keraton Sumenep, Selasa (9/6/2026).
Kegiatan tersebut diikuti sekitar 130 peserta dari berbagai Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan instansi di lingkungan Pemerintah Kabupaten Sumenep. Termasuk peserta di Kabupaten lain di Madura. Jumlah peserta tahun ini disebut lebih banyak dibandingkan pelaksanaan pada tahun-tahun sebelumnya.
Dalam sambutannya, Kepala Disbudporapar, Faruk Hanafi mewakili Bupati Sumenep saat membuka acara menyampaikan, Pemerintah Kabupaten Sumenep menyampaikan apresiasi kepada Ikatan Wartawan Online (IWO) Sumenep yang telah melaksanakan acara tersebut dalam beberapa tahun ini.
Ia juga mengapresiasi seluruh peserta yang telah berpartisipasi dalam perlombaan yang menjadi bagian dari rangkaian peringatan Bulan Bung Karno.
“Alhamdulillah jumlah peserta tahun ini mencapai 130 orang. Ini lebih banyak dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Kami berharap OPD yang belum mengirimkan peserta dapat segera menyusul pada perlombaan berikutnya,” ujarnya.
Ia menegaskan bahwa kegiatan tersebut tidak sekadar menjadi ajang kompetisi, melainkan juga sarana meneladani nilai-nilai perjuangan Presiden pertama Republik Indonesia, Ir. Soekarno atau Bung Karno.
Menurutnya, Bung Karno merupakan sosok besar yang memiliki peran penting dalam perjalanan bangsa Indonesia. Karena itu, generasi muda perlu terus mengenal dan menghayati pemikiran serta perjuangan sang proklamator.
Pada kesempatan itu, pemerintah daerah juga menegaskan komitmennya dalam melestarikan bahasa daerah, khususnya Bahasa Madura. Upaya tersebut mendapat perhatian nasional hingga mengantarkan Kabupaten Sumenep meraih penghargaan atas penggunaan dan pengembangan bahasa ibu di lingkungan pendidikan.
“Bahasa Madura harus terus kita banggakan dan lestarikan. Penggunaan bahasa ibu di sekolah menjadi salah satu bentuk nyata menjaga identitas budaya daerah, itu karenanya dalam acara ini saya lebih banyak menggunakan bahasa Madura” katanya.
Faruk berharap, kegiatan lomba baca puisi dan lomba pidato Bung Karno yang digagas Ikatan Wartawan Online (Sumenep) itu harus terus ditingkatkan dan akan tetap menjadi agenda tahunan kalender Event Pemerintah Daerah.
“Perlu kita tingkatkan terus, jika nanti bisa dikembangkan pesertanya se Jawa Timur. Bahkan bisa lebih dari itu, sebab ini adalah kegiatan yang tidak hanya mengasah keterampilan namun juga mempertahan nilai perjuangan Bung Karno” pungkasnya.












