https://limadetik.com/

Agar Tak Senasib dengan Pemred Detikzone.net, Hindari Jual Beli Melalui Online

“Setelah sampai di depan Kantor Unit BRI Banyuates, tiba tiba pria yang diketahui bernama Noval tersebut menghampiri dan menyuruh saya dan suami beserta sopir mobil yang saya sewa agar bertemu kerumah saja,” jelasnya pada Awak Media

Agar Tak Senasib dengan Pemred Detikzone.net, Hindari Jual Beli Melalui Online
FOTO: Ilustrasi

SAMPANG, Limadetik.com – Pembelian melalui Online kerab kali dilakukan oleh warga net, dengan melakukan transaksi (Pembelian) melalui Online. Hal tersebut tidak semuanya transaksi yang dilakukan lewat jalan tersebut berjalan mulus, malah lewat online seringkali dijadikan ajang penipuan.

Seperti halnya yang dialami Pemred detikzone.net, Igusty Madani dan istrinnya yang sudah menjadi korban Sindikat penipuan jual beli mobil melalui Online.

limadetik branding

Kejadian tersebut berawal selepas transaksi melalui online dilanjut menemui tersangka di Wilayah Kecamatan Banyuates, tepatnya di Desa Masaran, Kecamatan Banyuates, Kabupaten Sampang, Madura, Jawa Timur, Kamis (10/03/22) kemarin.

Dampak dari transaksi melalui Online tersebut, Pemred Detikzone.net mengalami kerugian sebesar Rp 150 juta rupiah yang sudah ditransfer melalui rekening BNI dan BRI.

Diketahui awal mula terjadinya penipuan tersebut berawal pada saat Istri Pemred Detikzone inisial H membuat status melalui online (Facebook) dengan mencari sebuah mobil Yaris pada hari Sabtu, (5/03/2022). Kemudian ada yang merespon lewat kolom komentar, dan berlanjut melalui pesan Whatsap.

Baca Juga :  Sopir Tak Konsentrasi, Mobil Box Tabrak Honda Scoopy, Dua Orang Meninggal Dunia

Herlin, (36) istri Pemred Detikzone.net mengatakan bahwa setelah percapakapan tersebut, dirinya diminta sang penipu (Billy, red) datang ke Banyuates untuk melihat langsung mobilnya dan bertemu dengan adik iparnya bernama Noval hari Rabu (9/03/2022) lalu.

“Setelah sampai di depan Kantor Unit BRI Banyuates, tiba tiba pria yang diketahui bernama Noval tersebut menghampiri dan menyuruh saya dan suami beserta sopir mobil yang saya sewa agar bertemu kerumah saja,” jelasnya pada Awak Media.

Sesampainya, pria yang diketahui bernama Noval tersebut memperlihatkan STNK untuk mengecek keabsahan surat surat mobil tersebut.

“Ditempat itu saya dan suami hanya mengecek STNK dan kondisi mobil dan mempertanyakan siapa Billy, namun Noval selalu meyakinkan bahwa Billy itu adalah kakak ipar sepupunya dan saat ini ada di Surabaya,” jelasnya.

Seringkali ditanyakan Billy itu siapa untuk menyakinkan pihak Pemred dan istrinya, namun jawabnya masih senada.

Baca Juga :  Pasutri Asal Pulau Raas Sumenep Jadi Korban Tsunami di Palu

“Bukan hanya sekali dua kali saya pertanyakan Billy itu siapa, namun jawabnya tetap sama, Billy adalah ipar sepupunya,” bebernya.

“Setelah itu suami dan saya beserta sopir pamit pulang dan mengatakan kapada Noval akan memberi informasi lanjutan,” imbuhnya.

Setibanya dirumah, Billy terus menjalin komunikasi dan meminta korban (Pemred Detikzone.net) agar mobilnya dibeli untuk biaya berobat istrinya yang di operasi.

Sementara, Pemred Detikzone, Igusty Madani yang menjadi Korban penipuan melalui online tersebut menindak lanjuti tawaran Billy yang diberikan kepada istrinya dengan mendatangi lagi ke desa Masaran, Kecamatan Banyuates.

“Sampai di rumah yang berlokasi di pinggir jalan dekat dengan pencucian mobil, saya kembali mengecek mobil yang sudah deal harga. Tak berselang lama, Billy mengirim nomor rekening BRI kepada saya dan juga istri,” tuturnya.

Selanjutnya istrinya mentransfer uang Rp 50 juta kepada terlapor dan pihaknya menginformasikan hal itu ke Noval bahwa sudah ditransfer, namun kata Noval atas nama Billy masih belum memberi kabar kepada dirinya.

Baca Juga :  Tahun 2022 Jatah PTSL di BPN Sumenep Hanya Dua Belas Ribu

“Sebelum saya transfer lagi sebesar Rp 100 juta, saya menanyakan kembali kepada Noval bahwa Billy mengirim nomor rekening atas nama istrinya yang bernama Anita Nurfauziah dan Noval menjelaskan bahwa memang benar nama tersebut adalah nama istrinya Billy,” tandasnya.

Kemudian, uang yang Rp 100 jutapun ditransfer ke rekening dan bukti transfernya pun diperlihatkan ke Noval, namun tiba tiba Noval mengatakan dirinya tidak kenal dengan dengan Billy.

“Seketika itu, saya merasa tertipu dengan sindikat itu. Dan sayapun bergegas pergi ke Bank BNI untuk meminta pembekuan rekening. Namun ironisnya uang tersebut sudah dipindah bukukan, dan pihak bank menganjurkan agar saya membuat Laporan Kepolisian untuk ditindak lanjuti,” terangnya.

Atas kejadian tersebut, korban mendatangi Polres Sampang guna membuat Laporan atas penipuan melalui Online tersebut.

Tinggalkan Balasan