umroh 12 hari

Akhirnya Kejaksaan Negeri Sumenep Tahan Empat Terdakwa Kasus BOP Annuqayah

Mereka ditahan atas kasus pemalsuan dokumen BOP Annuqayah Daerah Lubangsa yang terjadi pada tahun 2021 lalu.

Akhirnya Kejaksaan Negeri Sumenep Tahan Empat Terdakwa Kasus BOP Annuqayah
FOTO: Kajari Sumenep, Trimo, SH.MH didampingi Kasi Intel Novan Bernadi (kiri)

SUMENEP, Limadetik.com – Akhirnya Kejaksaan Negeri (Kejari) Sumenep secara resmi menahan empat orang terdakwa dalam kasus pemalsuan dokumen BOP Annuqayah Daerah Lubangsa Guluk-guluk.

Ke empat terdawa itu masing-masing Haitum, warga Sumenep, sedangkan Jamaluddin, Abdurrahman, Achmad Faidi, merupakan warga Kabupaten Pamekasan.

umroh 9 hari

Mereka ditahan atas kasus pemalsuan dokumen BOP Annuqayah Daerah Lubangsa yang terjadi pada tahun 2021 lalu.

“Mulai hari ini Kamis 9 Juni 2022, ke empat tersangka kita lakukan penahanan selama 20 hari kedepan untuk keperluan pemeriksaan lebih lanjut pada perkara kasus pemalsuan dokumen BOP pondok pesantren Annuqayah Guluk-guluk” kata Kajari Sumenep, Trimo, SH.MH dalam jumpa pers, Kamis (9/6/2022).

Menurut Kajari, modus para terdakwa melakukan pemalsuan dokumen BOP Annuqayah untuk kepentingan dan keuntungan secara pribadi.

Akhirnya Kejaksaan Negeri Sumenep Tahan Empat Terdakwa Kasus BOP Annuqayah
FOTO: Empat terdakwa

“Modusnya keempat terdakwa ini sama, yaitu untuk mengambil keuntungan secara pribadi” ucapnya.

Penangkapan ke empat teradakwa lanjut Kajari Trimo, hanya berselang selama tiga hari yakni sejak dinyatakan P21 pada tanggal 6 Juni 2022 dan setelah itu memasuki tahap dua dengan dilakukan penahanan.

Baca Juga :  GMNI Sumenep Suarakan Boikot Produk AS

“Hanya berselang tiga hari sejak P21 pada 6 Juni 2022 empat tersangka kita tahan, dengan syarat formil dan materil dinyatakan lengkap” terangnya.

Adapun ke empat tersangka tersebut dikenakan pasal 266 ayat 5, pasal 55 ayat 1, dan pasal 263 ayat 1 tentang pemalsuan data atau dokumen dengan ancaman di atas 5 tahun kurang penjara.

“Ke empatnya terancam pidana kurangan selama 5 tahun penjara. Dan saat ini kita titipkan langsung di Rutan Sumenep” tukasnya.

Tinggalkan Balasan