Aniaya Istri Hingga Memar, Pria ini di Ringkus

BATURAJA, Limadetik.com – Sumarlin (41) warga lorong Sukamulya Kelurahan Sukaraya Kecamatan Baturaja Timur Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU), di ringkus polisi, lantaran menganiaya Syamsia (37) yang merupakan istrinya, ketika di tanya mengapa sudah tiga bulan terakhir ini tidak pulang kerumah.

Sumarlin yang di ketahui anggota LSM, tega menganiaya istrinya pada saat istrinya hendak menjemput anaknya di sekolah.

Tak terima dengan perlakuan sang suami, Syamsia, yang bekerja sebagai ibu rumah tangga ini, kemudian melaporkan kejadian tersebut ke Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polres OKU, dengan nomor Laporan Polisi LP-B/159/VIII/2017/SPK OKU tanggal 7 Agustus 2017.

Kepada polisi, korban menuturkan kejadian tersebut pada Senin (7/8) sekitar pukul 13.00 WIB, saat itu korban sedang menjemput anaknya di salah satu sekolah di Baturaja dan melihat tersangka kemudian korban memanggilnya.

Saat itu korban menanyakan kepada tersangka yang menurut korban sudah memiliki istri lagi, mengapa tidak pulang kerumah sudah tiga bulan terakhir ini, namun tersangka justru marah-marah dan berkata akan berpisah dengan menceraikan korban.

Tak hanya berkata ingin menceraikan korban tersangka juga meninju muka sebelah kiri korban hingga mengalami luka memar.

Polisi yang mendapat laporan, kemudian langsung bergerak cepat dan akhirnya berhasil meringkus tersangka. Saat ini tersangka masih menjalani pemeriksaan di Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polres OKU, dengan tuduhan kekerasan dalam rumah tangga, (KDRT).

“Tersangka sudah kita amankan dan saat ini masih menjalani pemeriksaan oleh anggota, dari penangkapan tersebut kita juga,mengamankan barang bukti Buku Nikah dan Pakaian yang di gunakan tersangka saat melakukan penganiayaan kepada korban,” ujar Kapolres OKU AKBP Dra NK Widayana Sulandari di dampingi Kasat Reskrim AKP Harmianto melalui Kanit PPA IPDA Yulia Fitriyanti, Kamis (10/8).

Tersangka sendiri terancam kurungan 5 tahun penjara sesuai dengan pasal 44 UU RI No 23 tahun 2004 tentang penghapusan kekerasan dalam lingkup rumah tangga. Kemudian polisi kini masih memeriksa sejumlah saksi yang mengetahui kejadian tersebut.

“Tersangka masih menjalani pemeriksaan,
Kemudian kita juga memeriksa sejumlah saksi, dan tersangka akan kita jerat dengan pasal 44 UU RI No 23 tahun 2004 tentang KDRT dengan ancaman 5 tahun penjara,” pungkas Yulia.

(arii/rud)

LEAVE A REPLY