umroh 12 hari

Asal-Usul Mata Air Sumber Dasuk

Kenapa dinamakan sumber dasuk ?, karena mata air tersebut berada di desa dasuk

Asal - Usul Mata Air Sumber Dasuk
FOTO: Sumber Mata Air Dasuk

Oleh : Ach Faris Shobih

Dasuk merupakan salah satu desa yang berada di kepulauan madura tepatnya di Kabupaten Sumenep, desa yang mayoritas sebagian masyarakatnya adalah petani dan berkebun.

umroh 9 hari

Desa ini berada di bagian utara Sumenep dan berada di dataran tinggi dengan terbagi menjadi beberapa desa lagi di dalamnya. Dulunya desa ini sangat minim sekali mata air serta kesulitan dalam mencari air bersih bahkan pernah terjadi kekeringan pada musim kemarau panjang, sehingga membuat para petani kewalahan dalam bercocok tanam maupun berkebun.

Namun siapa sangka desa dengan dataran tinggi serta kering ini, sekarang sudah sejahtera dengan adanya sumber mata air yang sangat melimpah, yakni dengan adanya mata air sumber dasuk yang katanya diproses dengan pengeboran manual oleh sesepu-sesepu dulu.

Kenapa dinamakan sumber dasuk ?, karena mata air tersebut berada di desa dasuk, artinya sumber tersebut milik desa dasuk yang kini kerap dijadikan sarana pemandian maupun sebagai kebutuhan lainnya.

Mata air sumber dasuk atau kerap dikatakan sumber dasuk oleh masyarakat sekitar ini berada tepat di tengah-tengah desa dasuk tepatnya sebelah timur pasar dasuk, Sumber ini memiiliki mesjid yang tepat berada di sebelahnya yaitu masjid al – ikhwan. Airnya jernih bersih seperti kolam renang serta ditambah rindangnya 2 pohon camplong menambah kesejukan area sekitaran sumber.

Mitosnya, kata beberapa masyarakat disana 2 pohon camplong tersebut terdapat penjaga atau semacam jin yang merupakan penjaga dari mata air tersebut, barang siapa yang meminum air di sumber dasuk tersebut, tepatnya di bagian selatan mesjid dapat menjadikan awet muda dan kebugarannya terjaga. Di sekitaran area kolam, banyak pengunjung sekitar maupun luar desa yang kerap berendam di sana serta mandi di sana.

Baca Juga :  PSBB, Walikota Batu Mengizinkan Wisata Dibuka

Sumber tersebut dipetakan menjadi 2 bagian, sebelah utara masjid merupakan pemandian untuk perempuan, dan sebelah timur masjid merupakan area pemandian untuk laki-laki, akan tetapi sering kali tiap hari minggu entah itu perempuan maupun laki-laki banyak yang mandi ataupun berendam di sebelah timur masjid, padahal disana sudah terdapat tulisan sebuah kawasan anatara laki-laki dan perempuan.

Sekarang air tersebut dapat bermanfaat bagi petani sekitaran sana, faktanya air tersebut mengalir hingga ke area persawahan sebagai limbah dari sumber tersebut. Walaupun berada di daerah dataran tinggi, sumber tersebut berada di bawah cekungan permukaan, sehingga dari atas jalan sudah terlihat mata air tersebut.

Seperti itulah asal-usul maupun fakta dan mitos dari mata air sumber dasuk yang kini masih kerap dijadikan pemandian umum oleh warga sekitar maupun luaran.

Tinggalkan Balasan