Askab PSSI Sumenep 2019 Butuh Anggaran Rp 1 M Lebih

SUMENEP, limadetik.com – Asosiasi Kabupaten (Askab) Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI) Sumenep, Jawa Timur pada awal 2019 mulai menyurun beberapa program.Program ke-PSSI-an, terutana dalam melahirkan para pemain sepakbola Kota Keris melalui pembinaan anak sejak usia dini.

Ketua Askab PSSI Sumenep, Hairul Anwar berkomitmen untuk memajukan sepakbola Sumenep dengan cara menggali potensi anak sejak usia dini. Hal itu perlu dilakukan agar lahir para pemain handal yang mampu membawa nama harum Sumenep.

Untuk menjalankan sejumlah program, tentu Askab PSSI membutuhkan dukungan dari pemerintan daerah. Salah satunya adalah masalah finansial yang tidak sedikit.

“Kalau anggaran PSSI tahun lalu kami nggak tahu, itu ranahnya pengurus yang sebelumnya. Tapi untuk tahun ini kami sudah mengajukan ke pemerintah daerah,” katanya, Jum’at (4/1/2019).

Anggaran itu nantinya akan digunakan untuk membiayai kompetisi internal, mulai dari kompetisi U12, U16 dan U19. Kemudian juga biaya peningkatan potensi pelatih, peningkatan perangkat pertandingan, serta juga untuk futsal.

“Untuk bisa menghidupkan peran PSSI di sini, dana yang kami butuhkan sekitar Rp 1,2 M. Tetapi dana itu tentunya masih akan dibagi dengan Perssu. Sedangkan untuk menjalankan Perssu, ini membutuhkan dana yang tidak sedikit,” ucapnya.

Pria yang sekaligus menjabat Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Sumenep, berharap, pemerintah memiliki perhatian yang tinggi terhadap sepakbola Sumenep melalui PSSI dan Perssu. Sebab, bagaimana pun, tidak akan lahir pemain berkualitas dari Sumenep jika PSSI dan Perssu tidak dihidupkan.

“Perssu ini merupakan salah satu media untuk membesarkan nama Sumenep. Melalui Perssu Sumenep akan mudah dikenal dikancah nasional. Karena klub bola yang lain, tidak membawa nama Sumenep, tapi membawa nama Madura,” tukasnya.(hoki/rud)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here