https://limadetik.com/
Tak Berkategori  

Atasi Kelangkaan Minyak, Khofifah Gelar Operasi Pasar di Bangkalan

Atasi Kelangkaan Minyak, Khofifah Gelar Operasi Pasar di Bangkalan
FOTO: Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa saat operasi pasar di Bangkalan

BANGKALAN, Limadetik.com – Salah satu upaya pemerintah provinsi Jawa Timur untuk menstabilkan harga minyak goreng, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menggelar operasi pasar murah di Kabupaten Bangkalan. Tepatnya di Kantor UPT Dinas Pendapatan Daerah yang berada di jalan halim Perdanakusuma.

Terpantau di lapangan, harga minyak goreng yang dijual kepada masyarakat, sebesar Rp12.500 per liter, dengan batas pembelian 2 liter per orang, sehingga total Rp 25 ribu per paket yang berisi 2 liter minyak goreng. Hal ini yang membuat Gubernur Khofifah menggelar operasi pasar di Bangkalan.

limadetik branding

Dalam kesempatan itu, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menyampaikan tentang kebijakan pemerintah per 1 Februari yaitu harga eceren tertinggi (HET) untuk kemasan premium harganya 14.000 per liter, kemasan sederhana 13.500 per liter, curah harganya 11.500 per liter.

Baca Juga :  Diduga Banyak Penyelewengan Uang Negara, Gelora Jatim Demo Dinas Pendidikan Jawa Timur

Namun kebijakan tersebut justru tidak efektif. Suplai minyak di sejumlah daerah tidak maksimal alias tidak bisa dipenuhi. “Kebutuhan di Jawa Timur per bulan adalah 59.000 Ton. Yang di produksi untuk Jawa Timur, bukan yang di produksi di Jawa Timur,” kata dia.

Menurut Khofifah, seharusnya kelangkaan minyak goreng di Jawa Timur tidak terjadi, sebab kata dia produksi pabrik minyak goreng untuk Jawa Timur setiap bulannya mencapai 63.000 ton perbulan. Sementara kebutuhan minyak goreng di Jawa Timur kurang lebih 59.000 ton perbulannya. “Seharusnya, kita perbulannya surplus, bukan malah langka,” papar dia.

Baca Juga :  Mahasiswi Sumenep Lolos Semifinal Pomprov Jatim Cabor Panjat Tebing, Begini Kata Kadisbudporapar

Untuk mengatasi kelangkaan minyak goreng, Pemprov Jatim bersama Pangdam, Kapolda dan pihak berwenang lain sudah melakukan inspeksi mendadak (Sidak) ke sejumlah pabrik dan gudang penyimpanan minyak goreng. Pemprov tidak menemukan masalah, karena pasokan dari pabrik tetap normal seperti biasanya.

“Pasokan dari pabrik tetap, tapi di lapangan masih kurang, saya jug sudah melakukan koordinasi dengan Kementerian Perdagangan karena ini juga berkaitan dengan subsidi pemerintah untuk minyak goreng ini,” jelas Gubernur Khofifah.

Baca Juga :  Antisipasi Tindak Kriminal, Pengunjung Wisata Pantai Camplong Dihimbau Untuk Waspada

Tinggalkan Balasan