Berlagak Preman,Oknum Polres OKU Halangi Tugas Jurnalis

BATURAJA, -Limadetik.com – Percobaan perampasan dan menghalangi wartawan saat melakukan peliputan oleh oknum Polisi bernama Charli yang berpangkat IPDA dengan jabatan Kanit Pidum menimpa wartawan TVRI M Wiwin.

Menurut keterangan Wiwin, saat itu dirinya seperti biasa melaksanakan peliputan pembunuhan yang terjadi didekat rumahnya, sampai di Tempat Kejadian Perkara (TKP), seperti biasa wartawan TVRI ini mengambil gambar untuk ditayangkan, namun ketika Kanit Pidum Polres OKU IPDA Charli datang langsung menghampiri Wiwin dengan mengatakan “kamu siapa, kamu kalau wartawan konfirmasi dulu ya sama polisi,”tiru Wiwin seraya mengatakan jika saat itu oknum perwira tersebut membentak dirinya dan mempermalukan dirinya dihadapan warga sekitar, Sabtu (22/12/2017).

Perlakuan oknum polisi tersebut tidak sampai disitu saja, seolah menantang. Oknum tersebut menanyakan ada lagi tidak wartawan lain selain Wiwin. Bukan hanya itu, oknum polisi tersebut bahkan memerintahkan anak buahnya untuk mengambil kamera yang dipegang oleh Wiwin.

“Saat itu ada 3 orang anggota polisi mendekati saya dan memegang tangan saya untuk mengambil kamera saya. Tapi tetap saya pertahankan karena kamera tersebut adalah aset saya. Kemudian salah satu anggota mengintimidasi saya dengan mengatakan hapusla gambar tersebut secara berulang-ulang,”katanya.

Merasa terpojok, akhirnya Wiwin meninggalkan lokasi secara diam-diam dari polisi dan langsung mengamankan kameranya.

“Ketika saya sudah terpojok saya meng-iyakan perintah polisi tersebut, namun saat polisi lengah saya langsung lari dan mengamankan kamera saya,”lanjutnya.

Wiwin juga mengatakan jika kasus ini akan dilanjutkan nya kejalur hukum,”Ini akan saya bawa kejalur hukum, perkara diterima atau tidaknya laporan saya tetap akan saya bawa kasus ini jalur hukum, agar tidak ada lagi oknum-oknum seperti Charli ini bertindak seenaknya saja,”

Ketua PWI OKU Purwadi menyayangkan insiden menghalangi dan mengintimidasi wartawan TVRI yang sedang melakukan peliputan. Kata Purwadi tidak semestinya oknum perwira polisi apalagi berpangkat perwira melakukan hal yang tercela seperti itu.

Saat di kompirmasi awak media kapolres OKU AKBP Dra NK Widayana Sulandari saat dikonfirmasi melalui telepon selularnya mengatakan jika dirinya sudah mendapat laporan terkait insident tersebut,

“Saya sudah mendapat laporan tersebut, yang bersangkutan sudah saya panggil, tapi belum bisa menghadap saya karena sedang bertugas dilapangkan mengejar pelaku kejahatan. Nanti ya biar tidak simpang siur,”pungkasnya.

Senada dengan Ketua PWI, Ketua Ikatan Wartawan Online (IWO) Kabupaten OKU, Rudi Hartono sangat menyayangkan dan mengecam perlakuan salah satu Oknum Perwira Polisi yang bertugas  di Polres OKU tersebut, menurutnya hal itu tidak semestinya terjadi.

“Kalau memang wartawan belum boleh mengambil gambar kejadian tersebut, kan bisa di sampaikan secara baik – baik, kepada awak media yang bertugas dilapangan,”kata Rudi.

Rudi melanjutkan, sebagaimana diatur dalam Undang – Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers, pada BAB VIII Pasal 18 ayat 1,2 dan 3 menyebutkan.,”Barang siapa yang menghalangi tugas pers dapat dituntut pidana dua tahun penjara atau denda paling banyak Rp 500.000.000,-(Lima ratus juta rupiah),”tegasnya (fikry/yd)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here