https://limadetik.com/

Bersama Warga, MPR Madura Raya Unjuk Rasa Pemkab Sumenep, Tuntut Penutupan Galian C Ilegal di Ganding

Bersama Warga, MPR Madura Raya Unjuk Rasa Pemkab Sumenep, Tuntut Penutupan Galian C Ilegal di Ganding
FOTO: MPR Madura Raya bersama warga saat melakukan aksi unjuk rasa saat di Kantor Pemkab Sumenep

SUMENEP, Limadetik.com – Aksi Unjuk Rasa MPR Madura Raya bersama Masyarakat Gadu Barat di Kantor Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep, Jawa Timur menuntut penutupan galian C ilegal di Gadu Barat, Kecamatan Ganding.

Para pengunjuk rasa yang terdiri aktivis Majelis Pemuda Revolusi (MPR) Madura Raya bersama masyarakat mendesak agar segera bertindak menangani permasalah galian C ilegal, mereka dengan lantang menyampaikan “Tutup Galian C Ilegal di Gadu Barat!”.

limadetik branding

Menurut korlap aksi MPR Madura Raya M.Shohir, aktivitas penambangan galian c ilegal di Desa Gadu Barat, Ganding, Sumenep hingga kini terus beroperasi, meski ada gerakan penolakan dari masyarakat setempat, dan sudah beberapa kali diadakan pertemuan antar beberapa pihak, pemilik lahan, penambang, kepala desa Gadu Barat, Camat Ganding.

“Bahkan, kami MPR Madura Raya sendiri sudah melakukan audiensi dengan Pemerintah Kabupaten Sumenep, yang dihadiri oleh Kanit Pidter Polres, Kasatpol PP, Camat Ganding, Kepala Desa Gadu Barat, Pemilik Lahan, Dinas Lingkungan Hidup, Dinas PU Bina Marga, Pemilik/Penanggung Jawab Galian C, BKSDA, dan Kabag Energi dan Sumber Daya Alam Pemerintah Kabupaten Sumenep, pada Senin 13 Desember 2021 yang lalu di Auditorium Adiyaksa Pemkab Sumenep. Namun hinga saat ini belum ada tindakan” katanya, Kamis (30/12/2021).

Baca Juga :  Empat Hari Hilang, Nelayan Sumenep Akhirnya Ditemukan

Pada momen audensi tersebut, lanjut M.Shohir, pihak Pemerintah Kabupaten berjanji akan turun langsung ke lapangan, melalui Dinas Lingkungan Hidup sat itu ia di hadapan peserta audensi, akan turun melalui Dinas Lingkungan Hidup untuk merevitalisasi lokasi dan akan memperbaiki jalan yang rusak melalui Dinas (PU) Bina Marga, seminggu pasca audensi.

“Tetapi menjadi ironi, ketika janji hanyalah sebuah janji yang tak pernah ditepati. Hingga hari ini, tak satu pun batang hidung Pemerintah Kabupaten nongol di lokasi galian c ilegal yang kami maksud tersebut” tandasnya dengan lantang.

Baca Juga :  Rumah Terbakar, Arsip Desa Paliat Sumenep Hangus

Bahkan pengunjuk rasa menuding, Pemkab Sumenep telah mengingkari janjinya sendiri. Berdasarkan kekecewaan dan ketidakpercayaan mereka kepada pemerintah, sehingga mereka kembali melakukan aksi unjuk rasa.

“Maka hari ini, kami MPR Madura Raya bersama masyarakat Gadu Barat melakukan aksi unjuk rasa di Kantor Bupati yang terhormat. Menuntut agar segera ada tindakan nyata, bukan hanya bualan belaka” ungkapnya.

Dalam aksi unjuk rasa kali ini, para pengunjuk rasa membawa sejumlah tuntutan untuk Bupati Sumenep Achmad Fauzi, salah satunya meminta Bupati agar nmenutup galian c ilegal di Desa Gadu Barat, Ganding.

Baca Juga :  Rektor Unija Sumenep Bantah Kemunduran Dirinya Karena Sibuk

“Kami bersama warga, meminta kepada Bapak Bupati Achmad Fauzi agar, pertama menutup Galian C Ilegal di Desa Gadu Barat, Ganding, kedua Sanksi Pemilik Galian C Ilegal, ketiga Revitalisasi Lokasi Galian C Ilegal dan yang keempat, perbaiki jalan rusak akibat Kendaraan Berat” ucapnya.

Aktivis MPR Madura Raya mengancam, jika dalam waktu satu minggu ke depan tuntutannya tidak dipenuhi, maka mereka akan melakukan aksi unjuk rasa Jilid II di Kantor Pemerintah Kabupaten ini.

“Catat dan ingat, jika tuntutan kami ini tidak digubris oleh Bupati Achmad Fauzi, maka kami pastikan, MPR Madura Raya bersama warga akan datang dengan jumlah massa yang lebih besar” tukasnya.

Respon (1)

Tinggalkan Balasan