Ilustrasi

JAKARTA, Limadetik.com – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyebutkan bencana gempa bumi berkekuatan 6,3 skala Richter (SR) di Situbondo, Jawa Timur, tidak berhubungan dengan bencana alam di Palu dan Donggala, Sulawesi Tengah.

“Itu beda patahannya dengan di Sulawesi,” kata Humas BMKG Ririn, Jumat (12/10/2018).

Ia menjelaskan, wilayah Indonesia merupakan zona pertemuan tiga lempengan tektonik yakni Lempengan Eurusia, Indo-Australia, dan Pasifik. “Dari pertemuan itu yang membuat rawan gempa,” ucapnya.

Ririn mengungkapkan, berdasarkan alat pendeteksi gempa, masih banyaknya sesar (patahan kerak bumi) yang aktif di kawasan Sulawesi dan Lombok.

“Banyak sesar yang masih aktif, seperti di kawasan Sulawesi dan Lombok,” paparnya.

Sebagaimana diketahui, Kabupaten Situbondo diguncang gempa dengan kekuatan 6,3 SR pada Kamis dini hari kemarin. Gempa tidak berpotensi tsunami, namun menyebabkan tiga orang meninggal dunia serta meluluhlantakkan ratusan bangunan.

Guncangan gempa dirasakan cukup kuat oleh masyarakat di Sumenep dan Situbondo selama 2–5 detik. Masyarakat berhamburan keluar rumah. Sedang di daerah lain gempa juga dirasakan selama 5 detik itu.


sumber: okezone

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here