Cita-cita Luhur Owner Rokok Makayasa H. Supriyadi, Dorong Perekonomian Masyarakat Sumenep dan Angkat Derajat Ratusan Karyawan
LIMADETIK.COM, SUMENEP — Di tengah ketatnya persaingan industri rokok nasional, keberadaan Rokok Makayasan justru menjadi bukti bahwa usaha lokal mampu bertahan sekaligus memberi dampak nyata bagi masyarakat, Kamis (8/4/2026).
Di balik eksistensi perusahaan tersebut, ada sosok H. Supriyadi yang dikenal memiliki visi kuat dalam membangun ekonomi berbasis kerakyatan. Pria yang memiliki latar belakang pesantren dan pernah mengenyam Ilmu di Al-Azhar Mesir itu memiliki pandangannya tersendiri dalam mengamalkan ilmunya.
H. Adi sapaan orang banyak kepadanya, menempatkan dakwahnya melalui peningkatan ekonomi masyarakat dengan membuka lapangan kerja bagi warga setempat maupun warga di luar kampung halaman nya untuk bekerja di PR Mahaputera Nusantara yang sudah ia rintis sejak beberapa waktu lalu.
Berlokasi di Kabupaten Sumenep, usaha rokok Makayasan tidak hanya berorientasi pada keuntungan semata, tetapi juga membawa misi sosial yang cukup besar: menciptakan lapangan kerja dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekitar.
Komitmen pada Ekonomi Lokal
Sejak awal berdiri, H. Supriyadi menempatkan masyarakat lokal sebagai bagian utama dari rantai produksi. Ratusan karyawan yang bekerja di perusahaan ini mayoritas berasal dari desa-desa di Sumenep, termasuk kalangan ibu rumah tangga yang sebelumnya tidak memiliki penghasilan tetap.
Dengan sistem kerja yang relatif fleksibel dan pemberdayaan tenaga kerja lokal, Makayasan berhasil menjadi salah satu penopang ekonomi keluarga di wilayah tersebut. Para pekerja tidak hanya mendapatkan upah, tetapi juga keterampilan yang bisa digunakan dalam jangka panjang.
“Tujuan saya bukan hanya membangun usaha, tapi bagaimana usaha ini bisa menghidupi banyak orang,” ungkap H. Supriyadi dalam beberapa kesempatan.
Mengangkat Derajat Karyawan
Keberadaan Makayasan turut membawa perubahan sosial. Banyak karyawan yang sebelumnya berada dalam kondisi ekonomi terbatas kini mampu memenuhi kebutuhan keluarga, menyekolahkan anak hingga jenjang lebih tinggi, bahkan memperbaiki taraf hidup mereka.
Selain itu, hubungan antara manajemen dan karyawan dikenal cukup harmonis. Pendekatan kekeluargaan yang diterapkan membuat para pekerja merasa memiliki perusahaan tersebut, bukan sekadar tempat mencari nafkah.
Bertahan di Tengah Tantangan Industri
Industri rokok di Indonesia menghadapi berbagai tantangan, mulai dari regulasi pemerintah, kenaikan cukai, hingga persaingan dengan perusahaan besar. Namun, Makayasan mampu bertahan dengan mengandalkan kualitas produk dan loyalitas pasar lokal.
Strategi mempertahankan cita rasa khas serta menjaga kualitas produksi menjadi kunci utama. Di sisi lain, dukungan masyarakat terhadap produk lokal juga menjadi faktor penting dalam keberlangsungan usaha ini.
Dampak Multiplier bagi Masyarakat
Tidak hanya berdampak pada karyawan, keberadaan Makayasan juga menggerakkan sektor lain, seperti petani tembakau, distributor, hingga pedagang kecil. Rantai ekonomi yang terbentuk memberikan efek domino yang cukup signifikan bagi perputaran ekonomi daerah.
Hal ini sejalan dengan cita-cita H. Supriyadi yang ingin menjadikan usahanya sebagai motor penggerak ekonomi lokal, bukan sekadar bisnis pribadi.
Harapan ke Depan
Ke depan, H. Supriyadi berharap Makayasan dapat terus berkembang tanpa meninggalkan nilai-nilai sosial yang telah dibangun sejak awal. Ia juga ingin membuka lebih banyak peluang kerja bagi masyarakat, khususnya generasi muda di Sumenep.
Dengan semangat tersebut, Rokok Makayasan tidak hanya menjadi produk industri, tetapi juga simbol perjuangan ekonomi rakyat yang tumbuh dari daerah dan kembali untuk kesejahteraan masyarakatnya.
Ke depan, rokok Makayasa akan meningkatkan varian produknya melalui varian filter. Saat ini, produk Makayasa sudah mampu menyasar 10 Kabupaten di Jawa Timur, dengan dominasi wilayah tapal kuda.
Peluang bagi pekerja pun terbuka lebar, dengan rencana perekrutan sampai 6.000 karyawan/i untuk ikut serta berkontribusi di Pabrik Rokok Makayasa. Saat ini, karyawan yang bekerja di Makayasa sudah mecapai ratusan, jumlah ini terus berkembang sesuai kebutuhan pabrikan.
