Demi Mendapatkan Air Bersih, Warga Lebak Berjalan Kaki Hingga 4 Km

red; rudy

ilustrasi

LEBAK, Limadetik – Tujuh desa di Lebak mengalami krisis air bersih. Krisis bersih itu akibat kekeringan setelah sebulan lebih tidak diguyur hujan.Selama ini, warga yang tinggal di tujuh desa terpaksa mencari air bersih ke luar daerah hingga berjalan kaki mencapai tiga sampai empat kilometer. Mereka mencari air bersih di daerah aliran sungai juga sumber mata air.

Ketujuh desa itu antara lain Desa Jalupang Mulya, Desa Sangkanwangi, Desa Cibungur Kecamatan Leuwidamar, Desa Gunungsari dan Desa Kumpay Kecamatan Banjarsari, Desa Cihara Kecamatan Cihara serta Desa Muara Kecamatan Wanasalam.

Sakri (50) warga Desa Jalupang Mulya, Kecamatan Leuwidamar, Kabupaten Lebak mengatakan saat ini di wilayahnya mengalami krisis air bersih karena sumber mata air, sumur dan pompa “jet pump” mengering. Masyarakat untuk mendapatkan air bersih berjalan kaki hingga empat kilometer menuju Sungai Cisimeut.

Namun, jika masyarakat strata ekonomi bagus mereka menggunakan jasa tukang ojeg.

Warga setiap hari mengeluarkan biaya tukang ojeg antara Rp 10.000 sampai Rp 20.000 untuk satu bak mandi berukuran 2X1,5 meter.

“Kami sudah dua pekan ini dilanda krisis air bersih karena sumur mengering,” katanya.

Begitu pula warga Desa Kumpay, Kecamatan Banjarsari, Kabupaten Lebak, saat ini kesulitan air bersih menyusul sarana MCK tidak berfungsi.

Akibat kesulitan air bersih tersebut, sebagian warga mengambil air dengan cara menggali lubang di sekitar persawahan.

Untuk keperluan konsumsi sehari-hari, mereka membeli air mineral kemasan atau galon isi ulang.

“Kami saat ini mendapat air untuk keperluan MCK dari desa lain,” kata Marzuk (45) warga Desa Kumpay Kecamatan Banjarsari Kabupaten Lebak.

Kepala Seksi Kedaruratan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lebak Madias meminta kepala desa segera melaporkan jumlah kepala keluarga yang mengalami krisis air bersih.

“Kami siap memasok air bersih melalui kendaraan tangki,namun setelah adanya laporan kepala desa itu,” katanya, Selasa (5/9).

Menurut dia, masyarakat yang dilanda krisis air bersih menjadikan daerah langganan kekeringan jika memasuki musim kemarau berkepanjangan. BPBD akan bergerak cepat untuk menyalurkan pasokan air bersih ke desa-desa yang mengalami kekeringan.

Untuk itu, katanya, pihaknya meminta masyarakat segera melapor jumlah warga yang mengalami krisis air bersih. “Kami menyiapkan kendaraan tangki sebanyak empat angkutan dan siap menyalurkan pasokan air bersih,” katanya. (*)

Leave a Reply