https://limadetik.com/

Demo Mapolres di Penghujung Tahun

  • Bagikan
IMG 20191216 WA0049

SAMPANG, limadetik.com — Di penghujung akhir tahun 2019 Kepolisian Resor Polres Sampang didatangi Jaringan Kawal Jawa Timur (Jaka Jatim) Kabupaten Sampang. Mereka menyampaikan beberapa aspirasi terkait penanganan kasus di wilayah hukum Kabupaten Sampang.

Aksi massa tersebut dimulai dengan berjalan kaki sambil orasi, membawa poster dan selebaran tuntutan dari lapangan Wijaya Kusuma Sampang Kota menuju Mapolres Sampang, Senin  (16/12/2019).

https://limadetik.com/

Moh. Sidik Korlap aksi saat menyampai orasi di Mapolres Sampang, ia mengatakan akhir tahun 2019 ini ada beberapa catatat penanganan kasus diwilayah hukum Sampang yang belum tuntas, diantaranya Kasus pembunuhan Kiai Idris Banyuates (27 desember 2017) Kasus pembunuhan Busidin tamberu laok (05 oktober 2017), Pelaku utama pembunuhan sahral bira timur.

Akbruknya puskesmas Torjun, dugaan Kongkalikong pembuatan SIM, Pembiaran terhadap galian C ilegal, kepemilikan Sajam dan senpi yang ditangkap saat pilkades, dan Standar Operasional Prosedur (SOP) penanganan kasus pembunuhan.

Lebih lanjut ia menjelaskan bahwa selama ini Polres Sampang terkesan tebang pilih penyelesaian kasus. “Contohnya, ambruknya Puskesmas Torjun yang mandeg ditahapan gelar perkara, nyatanya sampai sekarang adem ayem, padahal yang lebih kecil kerugiannya seperti ambruknya bangunan RKB SMPN II Ketapang disisir habis oleh Polres Sampang,” katanya.

“Kami berharap penyampaian aspirasi kami ini menjadi masukan pada Kapolres Sampang yang baru untuk terus menuntaskan kasus-kasus yang ada” harapnya.

Sementara Kapolres Sampang AKBP Didik Bambang saat menemui massa aksi di depan Mapolres Sampang, berterima kasih atas penyampaian aspirasinya, kami tetap konsisten dalam penangan kasus sesuai aturan hukum, jangan sampai penangan hukum berdasarkan katanya katanya tanpa dilengkapi bukti.

“Bahkan kami berharap jika ada masyarakat bisa menunjukkan bandar narkoba atau anggota terlibatkan narkoba, akan berikan hadiah dan saya akan pimpin langsung untuk penangkapnya” jelas Kapolres Sampang.

Lanjut Kapolres Sampang, semua tuntutan aksi terkait penangan kasus semua masih berjalan sesuai prosedural hukum, intinya penegakan hukum itu barang siapa, bukan katanya-katanya. (Nor/yd)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan