https://limadetik.com/

Detik-detik Menjelang Kepergian Ramadhan

Ya Allah, sungguh kami telah mencegah perut-perut kami dari makanan dan minuman demi mengharap ridha-Mu, maka berikanlah kami air minum dari telaga yang mengalir yang telah disifati oleh Rasul-Mu.

Detik-detik Menjelang Kepergian Ramadhan
FOTO: Ilustrasi

Oleh : Subliyanto

بسم الله والحمد والصلاة والسلام على رسول الله محمد ابن عبد الله، اشهد أن لا إله الا الله واشهد أن محمدا عبده ورسوله، اللهم صل على سيدنا محمد وعلى اله وصحبه ومن تبعهم باحسان الى يوم القيامة، وبعد ؛

limadetik branding

Tanpa terasa, sebentar lagi Ramadhan kali ini akan pergi. Tentang kapan terakhir Ramadhan tahun ini yang juga merupakan penentu awal Syawal atau hari Raya ‘Idul Fitri tentu rujukan yang sudah diketahui bersama adalah sebagaimana Sabda Rasulullah SAW,:

Dari Abu Hurairah RA. bahwa Rasulullah SAW. bersabda, “Berpuasalah kamu bila sudah melihat hilal (bulan Ramadhan), dan berbukalah kamu bila sudah melihat hilal (bulan Syawal). Jika mendung atas kalian, maka genapkanlah bulan Sya’ban menjadi tiga puluh hari”. ( Muttafaqun ‘Alaih : Muslim II : 762, No. 19 dan 1081 dan ini lafazdnya, Fathul Bari IV : 119 No. 1909 dan Nasa’i IV : 133) (Sumber : Al-Wajiz, Ensiklopedi Fiqih Islam dalam al-Qur’an dan as-Sunnah as-Shahihah, halaman : 388).

Hadits di atas merupakan landasan pokok dari penenetuan awal bulan Ramadhan dan awal bulan Syawal, dimana hal tersebut sudah menjadi domain rutinitas pemerintah melalui sidang “Istbat”nya yang rutin digelar.

Tentu kepergian bulan yang penuh dengan rahmat dan maghfirah ini, yang hadirnya hanya sekali dalam setahun membuat kita akan merindukannya kembali di tahun berikutnya. Berharap semoga Allah senantiasa memberkahi umur kita sehingga dapat berjumpa di Ramadhan berikutnya.

Baca Juga :  Kapolres OKU Berbagi Kasih di Bulan Ramadhon dengan Anak Yatim

Sebelum terlambat, patut kiranya kita optimalkan detik-detik kepergian Ramadhan kali ini dengan hiasan amal shaleh sebagaimana telah banyak disampaikan dan dicontohkan oleh Nabiyullah Muhammad SAW. Terlebih pada sepuluh terakhir Ramadhan.

Tentu hal itu dengan upaya optimalisasi amalan ‘ubudiyah pada bulan Ramadahan, seperti tilawah al-Qur’an, berdzikir, berdo’a, bershadaqah, serta beri’tikaf di malam sepuluh terakhir Ramadhan.

Aisyah Radhiyallahu ‘Anha ia berkata : “Jika bulan puasa tinggal sepuluh hari maka Rasulullah SAW. selalu terjaga semalam penuh dan membangunkan keluarganya untuk beribadah dengan sungguh-sungguh sehingga ia mempererat sarungnya”. (Muttafaq ‘Alaihi/Tarjamah Riyadus Shalihin Jilid 3 halaman 265).

Untuk itu pesan-pesan yang telah Rasulullah SAW. sampaikan hendaknya kita optimalkan dengan memperbanyak amal shaleh, dengan harapan semoga kita mendapatkannya. Sehingga gelar muttaqin kita dapatkan, dan tropi sebagai pemenang layak disematkan pada diri kita pada hari yang fitri.

Dr. A’idh al-Qarni, M.A dalam Bukunya “Aqbalta Ya Ramadhan”, menyebutkan bahwa Allah memuji orang yang memohon ampunan saat berbuat dosa dan bertaubat saat berbuat keji dan kepada orang-orang yang mengingat hari perhitungan di hadapan Allah yang Maha hidup dan Maha mengatur. Allah berfirman :

Baca Juga :  Minuman Keras Induk Segala Macam Maksiat

“Dan bersegeralah kamu mencari ampunan dari Tuhanmu dan mendapatkan surga yang luasnya seluas langit dan bumi yang disediakan bagi orang-orang yang bertakwa. (Yaitu) orang yang berinfak, baik di waktu lapang maupun sempit, dan orang-orang yang menahan amarahnya dan memaafkan (kesalahan) orang lain. Dan Allah mencintai orang yang berbuat kebaikan. Dan (juga) orang-orang yang apabila mengerjakan perbuatan kejiatau menzalimi diri sendiri, (segera) mengingat Allah, lalu memohon ampunan atas dosa-dosanya, dan siapa (lagi) yang dapat mengampuni dosa-dosa selain Allah? Dan mereka tidak meneruskan perbuatan dosa itu, sedang mereka mengetahui. Balasan bagi mereka ialah ampunan dari Tuhan mereka dan surga-surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai, mereka kekal di dalamnya. Dan (itulah) sebaik-baik pahala bagi orang yang beramal”. (QS. al-Imran : 133-136).

Dalam hadits Qudsi, Allah juga berfirman : ” Wahai segenap hamba-Ku, sungguh kalian telah berbuat dosa pada malam dan siang hari. Dan Aku mengampuni dosa-dosa semuanya, maka mohonlah ampun kepada-Ku niscaya Aku akan mengampuni kalian. (Ramadhan : Dr. A’idh al-Qarni, M.A, hal.113).

Teriring do’a : Ya Allah, sungguh kami telah berpuasa demi mengharap ridha-Mu, maka jadikanlah kami wahai ya Rab semesta alam, sebagai orang yang berbuka dengan hidangan karunia-Mu pada hari kiamat, sesungguhnya Engkau menguasai segala sesuatu.

Baca Juga :  Empat Fakta Haru Bocah Alif Hidayat yang Santap Sahur Pakai Nasi dan Garam

Ya Allah, kami mohon kepada-Mu rasa takut kepada-Mu dalam saat sembunyi dan saat tampak. Kami mohon kepada-Mu kalimat yang hak pada saat marah dan ridha. Kami juga mohon kepada-Mu keikhlasan saat kaya dan fakir.

Ya Allah, sungguh kami telah mencegah perut-perut kami dari makanan dan minuman demi mengharap ridha-Mu, maka berikanlah kami air minum dari telaga yang mengalir yang telah disifati oleh Rasul-Mu.

Untuk itu ya Allah, terimalah puasa kami, shalat kami, dan jadikanlah kami diantara orang-orang yang diterima dalam bulan ini. Perbaikilah kami dan perbaikilah dengan perantara kami, dan bimbinglah kami kepada segala sesuatu yang di dalamnya ada kebaikan bagi umat dan diri kami, sesungguhnya Engkau menguasai atas segala sesuatu.

Maha suci Engkau ya Allah, pemilik kemuliaan terhadap apa yang mereka sifatkan, semoga keselamatan bagi para Rasul. Segala puji bagi-Mu ya Allah, Rab semesta alam.

Semoga catatan singkat ini dapat memotivasi kita dalam mengoptimalkan detik-detik kepergian bulan Ramadahan kali ini. Amin. Wallahu a’lam []

Penulis asal Kadur Pamekasan

Tinggalkan Balasan