Scroll Untuk Membaca Artikel
Headline News

Dianggap Tidak Transparan, Sejumlah Warga Desa Pasean Minta Kapoktan di Lengserkan

×

Dianggap Tidak Transparan, Sejumlah Warga Desa Pasean Minta Kapoktan di Lengserkan

Sebarkan artikel ini
Dianggap Tidak Transparan, Sejumlah Warga Desa Pasean Minta Kapoktan di Lengserkan
FOTO: Saat berlangsungnya diskusi antara Poktan Desa Pasean, dan pihak BPP Kabupaten Sampang.

Dianggap Tidak Transparan, Sejumlah Warga Desa Pasean Minta Kapoktan di Lengserkan

LIMADETIK.COM, SAMPANG – Sejumlah warga yang tergabung dalam kelompok tani (Poktan) Dusun Gurdibih, Desa Pasean, Kecamatan Sampang mendatangi Kantor Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Kabupaten Sampang, Selasa (1/8/2023).

GESER KE ATAS
SPACE IKLAN

Kedatangan sejumlah warga di BPP tersebut guna mempertanyakan kejelasan bantuan pupuk ZK yang di nilai tidak transparan.

Dalam pertemuan yang digelar di Aula lantai 2 BPP itu, salah satu warga menyampaikan, bahwa selama dalam kepengurusannya (Kapoktan) tidak pernah memberi ruang setiap ada anggota baru.

“Saya berkali-kali duduk dengan maksud mau menyelesaikan persoalan yang terjadi, namun responnya malah membentak, dianya menjawab kalo ada anggota baru saya keluar aja” terangnya seraya menirukan Kapoktan.

Lebih lanjut salah satu warga yang ikut hadir dalam pertemuan itu juga menjelaskan, bahwa bantuan tersebut seharusnya di gunakan untuk Anggota kelompok tani saja.

“Sebelumnya sudah melaksanakan pertemuan dengan anggota kelompok tani untuk penyerahan bantuan, disitu sudah ada nama-nama penerimanya, tapi mereka tidak masuk dalam daftar anggota Poktan, kalau seterusnya seperti itu, gulingkan saja Kapoktannya,” tambahnya.

Mengingat persoalan yang terjadi dalam kepengurusan Poktan di Desa Pasean tersebut, akhirnya dapat ditarik benang merahnya.

Hal ini dijelaskan oleh Nur I’anah Chofiyah Ketua Penyuluh Pertanian Desa Pasean. Kedatangan beberapa warga ke kantor BPP, karena mereka merasa tidak puas dengan kepengurusan kelompok tani yang ada di Desa tersebut atau merasa tidak adil.

“Saya rasa adanya persoalan ini tidak perlu harus semuanya datang ke Kantor, cukup satu dua orang perwakilan, karena ini cuma miskomunikasi,” jelasnya.

Menurut Nur I’anah tidak semuanya masyarakat paham masalah bantuan, disitu ada aturan-aturan yang perlu diperhatikan.

“Mungkin dianggapnya bantuan Pupuk ZK untuk semuanya, padahal bantuan itu hanya untuk anggota yang tergabung dalam kelompok tani yang di maksud Poktan” ujarnya.

Saat di singgung mengenai bantuan itu disalurkan atau tidaknya, pihaknya menjelaskan bantuan itu disalurkan.

“Bantuan itu disalurkan, saat penyerahan pun saya hadir, saat itu kurang lebih 25 orang hadir, sebagian tidak hadir karena kesibukan masing-masing,” terangnya.

Untuk langkah selanjutnya, pihak BPP akan membantu menyelesaikan persoalan yang terjadi di Poktan Desa Pasean, termasuk membantu memasukkan anggota baru. Dalam waktu dekat akan mengadakan rapat koordinasi dengan Pj Kades Desa Pasean dan Kapoktan.

× How can I help you?