umroh 12 hari

Dinkes Prioritaskan Alkes dari DBHCHT

"Pengadaan ambulance ini sebanyak 7 unit, dengan harga masing-masing sekitar Rp. 400 juta per unit," tutur Kadinkes yang akrab disapa Yoyok itu, Selasa (24/5/2022).

Dinkes Prioritaskan Alkes dari DBHCHT
FOTO: Sudiyo, Kadinkes Bangkalan

BONDOWOSO, Limadetik.com – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bangkalan kembali menerima kucuran alokasi dana bagi hasil cukai dan hasil tembakau atau DBHCHT tahun anggaran 2022 sebesar Rp 20 Miliar.

Diketahui, itu lebih besar Rp 5 miliar daripada tahun sebelumnya yang tercatat sebesar Rp 15 miliar. Alokasi DBHCHT itu dibagi kepada 7 organisasi perangkat daerah (OPD) di lingkungan Pemkab Bangkalan.

umroh 9 hari

Salah satu penerima terbanyak DBHCHT tahun ini, yakni Dinas Kesehatan (Dinkes) sebanyak Rp. 8,6 miliar. Setelah iti, ada RSUD Syarifah Ambami Rato Ebu yang menerika alokasi sebanyak Rp 10 miliar.

Dari anggaran alokasi DBHCHT yang diterima oleh Dinkes, Kepala Dinkes Sudiyo menyebut digunakan untuk pengadaan mobil operasional (ambulans) dan pengadaan alat kesehatan (alkes).

“Pengadaan ambulance ini sebanyak 7 unit, dengan harga masing-masing sekitar Rp. 400 juta per unit,” tutur Kadinkes yang akrab disapa Yoyok itu, Selasa (24/5/2022).

Dari 7 unit Ambulance ini, Yoyok mengaku bahwa nantinya akan diperuntukkan di masing-masing puskesmas, yang disesuaikan dengan skala kebutuhannya.

Sementara terkait alkes, Yoyok juga mengaku nantinya juga akan diserahkan terhadap masing-masing puskesmas yang tersebar di 18 kecamatan di Bangkalan. “Jadi, pengadaan mobil ambulance dan alkes ini, nanti semuanya akan diserahkan kepada puskesmas,” ungkap dia.

Baca Juga :  Bupati Ra Latif: Masyarakat Bangkalan Tidak Perlu Ikut-ikutan ke MK

Selain itu, Yoyok mengaku, sebenarnya dari alokasi anggaran itu, pihaknya menginginkan untuk kebutuhan perbaikan fisik di setiap puskesmas yang masih belum kebagian renovasi.

Tetapi, anggaran yang di alokasikan dari DBHCHT hanya cukup dialokasikan terhadap biaya pengadaan yang sifatnya skala urgent saja, utamanya perihal alkes.

Oleh sebab itu, Dinkes mengaku kalau semisal alokasi DBHCHT ada lagi, ia menginginkan lebih banyak lagi agar bisa digunakan untuk pengadaan fisik puskesmas. “Jadi, kalau ada alokasi untuk Dinkes, ke depannya bisa lebih besar lagi dari DBHCHT ini,” harapnya.

Sekadar diketahui, dari jumlah 22 puskesmas yang tersebar di 18 kecamatan, tinggal 14 puskesmas yang belum direnovasi atau pembangunan fisik. Sehingga perlu ada penambahan DBHCHT pada tahun berikutnya.

Tinggalkan Balasan