Disdik Sumenep Diduga Berikan Bantuan “Double Counting”

SUMENEP, Limadetik.com – Dinas Pendidikan (Disdik) Sumenep, Jawa Timur beberapa waku lalu memberikan Bantuan Penyelenggaraan Pendidikan Diniyah dan Guru Swasta (BPPDGS).Dana itu berasal dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) sebanyak Rp. 6,49 M. Dana itu diberikan terhadap sebanyak 1.436 lembaga.

Hanya saja, dari 1.436 lembaga tersebut terdapat salah satu Madrasah Diniyah Takmiliyah (MDT) yang diberikan bantuan ganda (double counting). Berdasarkan data daftar penerima, ada salah satu MDT yang tercatat dua kali. Dari daftar tersebut hanya beda nomor urut. Sedangkan nama lembaga dan alamat lembaganya sama.

Menanggapi hal itu, Kepala Disdik Sumenep, A. Sadik menjelaskan, apabila memang benar ada lembaga yang mendapatkan BPPDGS lebih dari satu kali dalam setahun, maka harus dikembalikan. Karena bantuan tersebut per lembaga hanya mendapatkan jatah satu kali dalam setahun.

“Tapi itu tidak mungkin (satu lembaga mendapatkan BPPDGS dua kali dalam setahun),” katanya, Rabu (26/9/2018).

Sebagaimana diketahui, bantuan itu sebagai operasional penyelengara pendidikan sesuai dengan kebutuhan mendasar dan pokok bagi santri, diantaranya ditingkat madrasah diniyah dan guru tingakt MDT.

“Pemberian bantuan ini untuk meningkatkan kesejahteraan guru, sekaligus mencegah siswa putus sekolah khususnya ditingkat diniyah,” kata Shadik.

Menurutnya, tidak sedikit siswa yang kesulitan mendapat pendidikan yang disebabkan karena kondisi ekonomi, geografis, demografis maupun alasan sosial.

“Tapi melalu bantuan itu, kami harap bisa memberikan manfaat dan mampu meningkatkan pendidikan di Sumenep,” tukasnya.(hoki/rud)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here