Disdik Sumenep: Sekolah Swasta Tak Sesuai Aturan Bisa “Diregrouping”

Kantor DISDIK Sumenep

SUMENEP, Limadetik.com – Dinas Pendidikan (Disdik) Sumenep, Jawa Timur sepertinya mulai menemukan banyak sekolah yang siswanya tidak memadai. Sekolah yang tidak memadai akan dilakukan regrouping atau penggabungan dengan sekolah lain.

Kepala Bidang Pendidikan Dasar (Dikdas) Dinas Pendidikan Sumenep, Fajarisman menyatakan, tidak hanya untuk sekolah negeri, lembaga pendidikan swasta pun juga akan dilakukan regrouping.

“Sudah lama saya bilang bahwa tidak hanya sekolah negeri, sekolah swasta juga bisa diregroping,” kata Fajarisman, Sabtu (5/8/2017).

Berdasarkan informasi yang dia terima, banyak sekolah swasta yang tidak melaksanaan kegiatan belajar mengajar (KBM) secara berkelanjutan. Menurutnya, hak itu merupakan kebiasaan lama sekolah swasta bila tidak ada muridnya tutup dulu dan kembali dibuka setelah ada murid.

“Hanya saja pola regrouping yang bakal diterapkan akan mengacu kepada kondisi lingkungan sekitar. Bisa dilakukan dengan cara alami yakni tidak memperpanjang izin operasional, atau dengan cara musyawarah dengan pihak lembaga. Intisari regrouping itu ada empat macam yakni disatukan, dihapus, ditutup atau dikelompokan,” bebernya.

Kedepan, sambung pria yang karib disapa Fajar, pihaknya akan memperketat pendirian sekolah baru, baik swasta maupun negeri. Itu sebagai pengejawantahan dari Standar Pelayanan Minimal Pendidikan Dasar (SPM) Nomor 15 tahun 2010 dan Permendikbud nomor 23 Tahun 2013. Dalam peraturan itu juga mengatur tentang jarak lokasi antara sekolah dengan sekolah lain.

“Karena sesuai aturan, apabila sekolah dasar minimal 3 Km dan SMP minimal 5 Km,” tukasnya.

(hoki/rud)

LEAVE A REPLY