umroh 12 hari

Eksistensi Pedagang Pasar Margalela Menyikapi Wacana Relokasi

Selain itu pihaknya meminta ketegasannya Pemerintah Kabupaten Sampang khusunya Diskopindag atas supportnya mengenai aktifnya pasar margalela kedepannya.

Eksistensi Pedagang Pasar Margalela Menyikapi Wacana Relokasi
FOTO: Pasar Margalela Sampang

SAMPANG, Limadetik.com – Penuh harap, perjuangan yang tidak kunjung usai masih ditunjukkan oleh para penghuni atau pedagang pasar margalela yang berada di Jl. Samsul Arifin, Kelurahan Polagan, Kabupaten Sampang, Jawa Timur.

Terbukti, beberapa pedagang yang tergabung dalam paguyuban pasar Margalela kembali mengadakan acara silaturrahmi dengan pihak Diskopindag perihal aktifnya pasar margalela. Acara digelar di pasar margalela blok A, Sabtu (21/5/2022) pukul 18.00. WIB.

umroh 9 hari

Hadir dalam acara Ketua Paguyuban H. Rachmad, S.sos, Kasi Pengembangan Pasar M. Razak dan beberapa pedagang, termasuk yang tergabung dalam pagayuban pasar margalela.

Dalam penyampaiannya, Ketua Paguyuban H. Rachamad mengapresiasi kepada pihak Diskopindag yang telah mengutus Kasi Pengembangan Pasar untuk hadir dalam acara tersebut.

Selain itu pihaknya meminta ketegasannya Pemerintah Kabupaten Sampang khusunya Diskopindag atas supportnya mengenai aktifnya pasar margalela kedepannya.

Eksistensi Pedagang Pasar Margalela Menyikapi Wacana Relokasi
FOTO: Ketua Paguyuban Pasar Margalela H. Rachmad, S.Sos (Baju batik) dan Kasi Pengembangan Pasar M. Razak (Tengah)

“Saya hanya minta perhatiannya kepada Pemkab Sampang khususnya Diskopindag mengenai wacana keatifannya pasar margalela, yang selama ini pemerintah terkesan membiarkan pasar sepi tanpa huni,” ucap H. Rachamd.

Menanggapi hal tersebut Kasi Pengembangan Pasar M. Razak menyampaikan sesuai intruksi Bupati H. Slamet Junaidi bahwa wacana aktifnya Pasar Margalela memang ada, bahwa tahun 2022 pasar margalela akan aktif.

Baca Juga :  Sasar Pesantren, Polda Jatim dan PMII Gelar Gebyar Vaksin

“Tahun 2022 sesuai perintah Bupati, pasar margalela akan aktif. Dengan cara relokasi pedagang ikan, daging, buah, sayur dan bumbu (pedagang basah) Srimangunan ke pasar Margalela 1 dan 2,” ujar Razak.

Sementara itu perwakilan dari salah satu pedagang di pasar margalela masih meragukan wacana relokasi tersebut, dikhawatirkan akan terjadi hal yang tidak diinginkan antar pedagan pasar Srimangunan dengan pedagang pasar Margalela.

“Justru dengan cara relokasi seperti itu saya harap pemerintah lebih jeli dan berhati-hati dalam menyikapi permasalahan ini, khawatir ada gesekan antar pedagang pasar margalela” harap Om Pojo sapaan akrabnya.

Tinggalkan Balasan