Gara-Gara Arisan Online,Uang Sebesar 4 Juta Rupiah Lenyap

ilustrasi foto ibu ibu arisan online

BATURAJA, Limadetik.com – AN (34) warga Desa Tanjung Kemala Kecamatan Baturaja Timur Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU), telah menjadi korban penipuan investasi bodong melalui arisan online.

Di ceritaka dia, awalnya ia diajak teman untuk berinvestasi di arisan online, dengan cara mendaftar menjadi member yang nantinya akan mendapatkan keuntungan berlipat ganda, langkah pertama harus mendaftar dengan biaya sebesar Rp.100.000,- (seratus ribu rupiah), setelah itu setiap bulan harus menyetor sesuai nomial yang di sepakati.

Dari cerita teman akhirnya saya tertarik dan tergiur untuk ikut arisan online, kemudian tanpa berpikir panjang, saya langsung menemui YK (24) pemilik arisan online yang tinggal di Jalan Slamet Riyadi Pasar Baru, Kelurahan Kemalaraja Baturaja Timur.

Setelah di rumah YK, pada waktu itu, saya memberikan uang seratus ribu rupiah kepada YK, untuk mendaftar sekaligus menjadi member arisan online.

Selanjutnya saya di haruskan menyetor uang setiap bulan dengan cara di transfer, nanti akan dapat uang berlipat. Kesepakatan menyetor uang saya sanggupi, hingga kini uang yang sudah saya setor mencapai Rp.4.000.000,- (Empat juta rupiah). Namun apa yang di janjikan oleh YK, ketika tiba giliran penarikan arisan online tidak ada uang yang berlipat ganda, bahkan YK, telah kabur entah kemana.

“Ya, mas uang saya raib sebesar Rp.4 juta rupiah YK, saat ini sudah kabur” katanya.saat dikonfirmasi limadetik.com Jumat,(4/8/2017).

Beberapa waktu lalu, sambung dia, dirinya mendatangi rumah YK di Jalan Slamet Riyadi Pasar Baru Kelurahan Kemalaraja Baturaja Timur, ternyata YK, itu hanya menumpang di rumah saudara kandungnya. Saya tanyakan dengan saudara kandungnya yang ada di rumah tersebut, dikatakan saudara kandung nya YK, sudah tidak ada lagi di sini, entah kemana perginya kami selaku keluarga tidak tau menau dengan urusan arisan online dan tiba-tiba YK pergi tanpa pamit kata saudara kandung YK kepada saya.

Atas penipuan tersebut, saat di singgung apakah mau di laporkan ke pihak Kepolisian, Menurut AN, masih berpikir. Untuk saat ini saya belum ada niat melaporkan kejadian ini ke Polisi.

“Saya masih berpikir dulu untuk melapor ke Polisi, sebab uang itu sedikit hanya sebesar Rp.4 juta rupiah,” ucapnya.

(Ari/Yd)

LEAVE A REPLY