https://limadetik.com/

Gejolak Tambang Galian C Ilegal, MPR Madura Raya Ingatkan Bupati Sumenep Tidak Bermain Mata

Gejolak Tambang Galian C Ilegal, MPR Madura Raya Ingatkan Bupati Sumenep Tidak Bermain Mata
FOTO: Aksi unjuk rasa warga bersama MPR Madura Raya di depan Kantor Pemda Sumenep

SUMENEP, Limadetik.com – Gejolak tambang galian c ilegal di Gadu Barat, Kecamatan Ganding, Majelis Pemuda Revolusi (MPR) Madura Raya ingatkan Bupati Sumenep untuk tidak bermain mata.

Sebelumnya, pada Kamis (30/12/2021) warga bersama aktivis MPR Madura Raya menggelar aksi di depan Kantor Bupati Sumenep meminta agar tambang galian c ilegal di Gadu Barat Ganding segera ditutup karena telah banyak merugikan masyarakat.

limadetik branding

Salah satu yang terjadi akibat tambang galian c tersebut adalah, hancurnya infrastruktur jalan karena setiap harinya dilewati mobil truk yang keluar masuk mengangkut bahan material.

Belum lagi dampak ekologi terhadap lingkungan sekitar yang diakibatkan tambang galian c dikhawatirkan terjadinya bencana alam seperti longsor dan bajir, sehingga akan sangat berbahaya bagi keselamatan masyarakat yang ada.

Baca Juga :  Carok di Kepulauan Sumenep Pecah, Tiga Orang Kritis

“Kita akan melakukan aksi kembali di depan kantor Bupati Sumenep, dengan massa yang lebih banyak lagi. Sehingga Bupati Achmad Fauzi benar-benar turun menangani permasalahan tambang galian c ilegal di Gadu Barat” kata M.Shohir. anggota MPR Madura Raya sekaligus korlap aksi, Jumat (31/12/2021).

Menurut Shohir, pihaknya tetap berpegang teguh pada hasil musawaran/audiensi bersama sejumlah pejabat baik daerah maupun kecamatan termasuk juga dengan pemilik tambang galian c di Gadu Barat.

“Sesuai dari hasil audensi pada tanggal 13 kemarin, kami tau bahwa pemilik tambang galian c ilegal itu adalah H. Imam. Tapi kenapa belum ditanggapi dengan tindakan nyata pemkab sumenep” ungkapnya.

Baca Juga :  Peduli Covid-19, Diam-diam Hairul Anwar Sumbangkan APD ke PPNI Sumenep

Baca juga: Bersama Warga, MPR Madura Raya Unjuk Rasa Pemkab Sumenep, Tuntut Penutupan Galian C Ilegal di Ganding

Lebih lanjut Shohir menyampaikan, pada aksi demo kemarin pihaknya sudah menyampaikan sejumlah tuntutan yang mereka alamatkan kepada Bupati Sumenep, salah satunya meminta agar tambang galian c ilegal di Gadu Barat segera ditutup.

Sementara, pada saat aksi berlangsung di Kantor Pemkab Sumenep, pihak demonstran tidak ditemui Bupati Achmad Fauzi, namun hanya perwakilan saja.

“Memang ada yang keluar dari kantor, (pemkab sumenep) untuk memberikan keterangan kepada kami, namun kami menolak, karena jelas bahwa surat aksi kami, kami tujukan kepada bapak Bupati Sumenep Achmad Fauzi. Yang boleh menemui kami hanya bapak Bupati” tandasnya.

Baca Juga :  Agama Kiai Abdurrahman Wahid (Gus Dur)

Ia pun kata Shohir tidak terlalu mempersoalakan Bupati Sumenep tidak menemui para pengunjuk rasa, namun pihaknya mewanti-wanti, bahwa jika Bupati tidak mau turun secara langsung untuk menutup tambang galian c ilegal tersebut, tentu perlu dipertanyakan komitmen oran nomer satu di Sumenep itu.

“Jikalau hanya tidak ditemui, okelah tidak masalah. Akan tetapi jikalau tuntutan kami tidak diindahkan, terkait penutupan tambang galian c ilegal itu, maka sangat besar kemungkinan Bupati ada dibarisan perusak lingkungan. Bupati sedang berhadap-hadapan dengan rakyatnya” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan