Harga Tembakau di Sumenep Tembus Rp 45.000

SUMENEP, Limadetik.com – Sebagian petani tembakau di Kabupaten Sumenep, Jawa Timur sudah mulai panen. Pada awal musim panen harganya terbilang tinggi.

“Harga tembakau saat ini antara Rp 40.000 hingga Rp 45.000 per kg,”kata Moh. Argi (43) petani tembakau asal Desa Babalan, Kecamatan Batuan kepada limadetik.com, Senin (7/8/2017).

Menurutnya dari 60.000 tanaman tembakau miliknya, baru 9.000 yang sudah panen. Sisanya ada yang baru selesai dipetik bunganya dan sebagian yang lain baru berumur dua bulan. Sedangkan biasanya waktu yang dibutuhkan dari awal nanam hingga panen, sekitar tiga bulan.

“9.000 itu tanaman tembakau pertama yang beruntung tidak mati saat berhari-hari turun hujan. Karena berada dilahan agak miring. Sedangkan yang ada di lahan datar dan sulit pembuangan air mati. Ada yang ditanamin hingga tiga kali, karena sering mati akibat turun hujan,” terangnya.

Petani yang telah puluhan tahun menggeluti tembakau tersebut berharap harga tetap tinggi. Supaya mendapatkan keuntungan yang sesuai dengan modal dan kerja kerasnya.

“Ya karena memang butuh modal yang besar. Sejak sewa lahan, pra tanam, tanam, perawatan hingga panen, dari 60.000 tanaman itu kami mengeluarkan modal sekitar Rp. 50 jutaan,” ucapnya.

Selain itu, berharap tidak turun hujan. Paling dihawatirkan turun hujan ketika tembakau mendekati masa panen. Kalau mendekati masa panen masih turun hujan, daun tembakau rusak.

“Warnanya hitam dan baunya berkurang. Pedagang biasanya tidak mau membelinya. Meskipun ada yang mau, harganya sangat murah,” tukasnya.

Berdasarkan data di Dinas Pertanian, Dinas Pertanian, Tanaman Pangan, Holtikultura, dan Perkebunan (PTHP) Sumenep, realisasi tanam tembakau pada musim kemarau tahun ini hanya sekitar 14 ribu hektar. Padahal, sesuai ploting areal tanam tembakau yang ditetapkan Pemerintah Provinsi Jawa Timur seluas 21.893 hektar.

(hoki/rud)

1 KOMENTAR

LEAVE A REPLY