https://limadetik.com/
Tak Berkategori  

HMI Cabang Sumenep Sayangkan Penembakan Anggota Resmob terhadap Pria Diduga Depresi

Setelah dikonfirmasi, pihak Polres Sumenep mengungkapkan bahwa penembakan tersebut dilakukan sebagai bentuk pengamanan kepada masyarakat di sekitar tempat kejadian.

HMI Cabang Sumenep Sayangkan Penembakan Anggota Resmob terhadap Pria Diduga Depresi
FOTO: Sekum HMI Cabang Sumenep, Ingsani

SUMENEP, Limadetik.com – Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Sumenep menyayangkan aksi penembakan oleh pihak Resmob Polres Sumenep terhadap salah seorang warga Desa Gadu Timur, Ganding yang terlalu agresif, brutal dan membabi buta.

Sebelumnya, terjadi penembakan oleh aparat Polres Sumenep terhadap korban asal Gadu Timur yang diduga sebagai pelaku begal di depan area Swalayan Sakinah, Kolor, Sumenep, Minggu (13/3/2022).

limadetik branding

Setelah dikonfirmasi, pihak Polres Sumenep mengungkapkan bahwa penembakan tersebut dilakukan sebagai bentuk pengamanan kepada masyarakat di sekitar tempat kejadian.

Baca Juga :  Pengumuman KPU Sumenep Tentang Pengajuan Bakal Calon DPRD Pemilu 2019

Namun, kendati demikian, timbul polemik dan pertanyaan besar di kalangan masyarakat terkait tindakan penembakan tersebut, khususnya di lingkungan aktivis HMI.

“Apakah tindakan penagakan harus dilakukan dengan penembakan dan penggunaan senjata api yang tidak humanis?. Ini tentu perlu dipertanyakan ulang terkait penggunaan senjata api sebagaimana peraturan yang berlaku” ujar Ingsani, Sekum HMI Cabang Sumenep.

HMI Cabang Sumenep, melalui Sekum Ingsani menganggap aparat terlalu brutal dan sadis dalam mengambil keputusan berupa penembakan tersebut.

Ia menganggap tindakan tidak sesuai dengan semangat penegakan hukum dan berpotensi melanggar HAM. Terlihat tidak hanya tampak ingin melumpuhkan, sebagaimana keterangan pihak polres Sumenep, tapi memang seperti ingin menghabisi nyawa.

Baca Juga :  Sah.! Ini Paslon Pilgub yang Unggul di Sumenep

“Oknum polisi tetap menembaki korban yang sudah dalam posisi lemah dan dilumpuhkan hingga akhirnya korban meninggal,” ungkapnya jelas.

Pihaknya menerangkan, bahwa polisi tersebut jelas tidak memerhatikan prinsip proporsionalitas dalam Pasal 3 Peraturan Kepala Kepolisian Nomor 1 Tahun 2009. “Tindakan polisi sangat berlebihan dan dapat diduga melanggar HAM sebagimana diatur dalam Peraturan Kapolri Nomor 8 Tahun 2009,″ jelasnya, menerangkan.

Baca Juga :  Balai Desa Guluk-guluk Sumenep Dilempari Bondet

Keadilan dan penegakan hukum harus tetap berjalan karena semua masyarakat punya hak asasi dan aparat punya aturan yang harus ditaati.

Pohaknya berjanji akan mengawal kasus ini hingga tuntas, karena kata dia, ini menyangkut Kemanusiaan dan Marwah Institusi Penegak hukum.

“Dalam satu dua hari ini, kita akan melakukan aksi unjuk rasa ke Polres Sumenep. Soal penembakan (HAM) ini harus disikapi, karena kami yakin aparat yang bertindak sudah atas ijin Pimpinan Polres Sumenep”, tutup Sekum HMI Cabang Sumenep.

Tinggalkan Balasan