Ini Kisah Nenek Renta Korban Perubahan Sistem Kartu Sejahtera di Sumenep

Nenek Jahlea Bartetal

SUMENEP, Limadetik.com – Sungguh malang nasib Jahlea Bartetal (72) warga Desa Dasuk Barat, Kecamatan Dasuk, Sumenep, Jawa Timur. Nenek yang hidup seorang diri di rumah tidak layak huni jadi korban perubahan sistem.

Pasalnya, Nenek renta yang lahir 3 bulan sebelum Indonesia merdeka, tidak lagi mendapatkan bantuan kesejahteraan dari pemerintah. Kini hidupnya mengharukan. Bayangkan, untuk bisa makan saja dibantu para tetangganya yang dermawan.

Menurutnya, bantuan yang cukup meringankan beban hidupnya terputus sejak pergantian kartu perlindungan sosial (KPS) kekartu keluarga sejahtera (KKS). Sejak itu nenek Jahlea tidak masuk dalam daftar. Ia menyebutnya tidak lagi mendapatkan kartu merah sejak beberapa waktu lalu.

“Semenjak kartu kuning (KPS) di ganti dengan kartu merah (KKS), saya tidak pernah mendapatkan uang lagi dari pemerintah,” katanya dengan nada sedih, Rabu (9/8/2017).

Menurutnya, Waktu masih belum ada perubahan dari kartu KPS ke kartu KKS, nenek yang bertahun – tahun merindukan anak semata wayangnya, tidak bisa menikmati bantuan pemerintah lagi. Biasanya bantuan satu juta rupiah turun dua kali dalam setahun.

“Meskipun hanya satu juta per tahun, tapi cukup membantu meringankan beban hidupku,” akunya sambil tetap memegang kartu KPS.

Sejak itu, untuk tetap bertahan hidup, nenek yang mengaku punya anak satu yang kini ada perantauan, terpaksa harus bekerja serabutan, seperti menjual sapu lidi maupun bantu arit rumput milik tetangganya.

“Anak saya merantau dan sudah bertahun – tahun tidak pernah pulang,” ucapnya.

Nenek yang mengaku sangat merindukan anaknya pulang, berharap bisa mendapatkan bantuan kembali. “Saya berharap bisa mendapatkan bantuan dari pemerintah lagi,” katanya penuh harap.

(Hoki/Rud)

3 KOMENTAR

Leave a Reply