umroh 12 hari
Opini  

Internet terhadap Peningkatan Kualitas Pendidikan Bangsa Indonesia

Berdasar kenyataan mengenai posisi di atas tentu kita tidak bisa langsung menyalahkan pemerintah

Internet terhadap Peningkatan Kualitas Pendidikan Bangsa Indonesia
FOTO: Riskiyah

PENULIS: Riskiyah
Mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa Arab, Fakultas Tarbiyah di IAIN Madura

__________________________

Seperti yang sudah kita ketahui bersama bahwa Indonesia, Negara tercinta kita punya masalah besar di bidang pendidikan. Meski kurang memuaskan harus kita akui bahwa posisi Indonesia di tingkat dunia dari segi sistem dan kualitas pendidikan masih jauh dari peringkat terbaik, dan membutuhkan banyak pembenahan.

umroh 9 hari

Berdasarkan data yang dipublikasi oleh World Population Review pada tahun 2021 lalu dalam pemeringkatan tingkat pendidikan dunia, posisi Indonesia masih berada di peringkat ke-54 dari total 78 negara yang masuk di dalamnya. Tetapi setidaknya posisi tersebut mengalami kenaikan satu tingkat dari tahun sebelumnya yakni di tahun 2020 yang ada di peringkatan ke-55.

Mengacu pada hal itu, Indonesia masih kalah unggul dengan berada di posisi ke-4 jika dibandingkan dengan negara tetangga yang berada di kawasan Asia Teggara seperti Singapura di perngkat 21, Malaysia di peringkat 38, dan Thailand di peringkat 46. Hal tersebut menunjukan bahwa kualitas edukasi pendidikan di Indonesia bisa dibilang masih rendah.

Berdasar kenyataan mengenai posisi di atas tentu kita tidak bisa langsung menyalahkan pemerintah, karena hal itu memunculkan tugas besar yang menjadi tanggung jawab berbagai pihak, perlu adanya sinergitas yang kuat antara pemerintah, civitas akademika, para pendidik dan lainnya untuk memperbaiki sistem serta kualitas pendidikan yang berlaku di Indonesia.

Masalah ini sudah cukup besar dan tidak semudah itu untuk diselesaikan. Sebenarnya ini bukanlah perkara baru, permasalahan dunia pendidikan ini sudah menjadi salah satu hal yang paling disorot sejak lama agar medapat perhatian serta pembenahan. Lantas apa saja yang bisa kita lakukan terhadap pembenahan pendidikan di negara tercinta ini?.

Proses Menuju Perubahan

Bersyukurnya, baru-baru ini pihak yang berwenang dan memiliki pengaruh besar dalam sistem pendidikan di Indonesia yaitu Kementerian Pendidikan mulai melakukan berbagai macam penyesuaian untuk memberlakukan sistem pendidikan yang fleksibel dengan kompetensi para pelajar, dimulai dengan diberlakukannya kurikulum prototipe yang sempat ramai diperbincangkan beberapa waktu lalu.

Tanpa terlepas dari tanggung jawab, sebenarnya kita bisa ikut membantu pemerintahan dalam mencerdaskan bangsa ini dengan beberapa ide yang cukup sederhana yaitu internet. Indonesia sebagai salah satu negara dengan populasi pengguna internet terbesar di dunia. Menurut data laporan We Are Social, terdapat 204,7 juta pengguna internet di tanah air per januari 2022.

Dan menurut Wikipedia, Indonesia adalah negara dengan pengguna internet terbanyak ke-4 di seluruh dunia, apalagi setelah masa pandemi ini bisa dibilang hampir semua hal sudah pindah ke internet bahkan sangat jarang kita temukan orang yang tidak memakai internet sehari saja. Jadi kita bisa gunakan internet sebagai alat utama untuk membantu pemerintah menyelesaikan masalah ini.

Baca Juga :  Pilkada Sumenep di Depan Mata, Achmad Fauzi Semakin Gagah

Riset dari Data Reportal menunjukan bahwa jumlah pengguna media sosial Indonesia mencapai 191,4 juta pada Januari 2022. Angka ini meningkat 21 juta atau 12,6 persen dari tahun 2021 dengan youtube menjadi puncak media sosial yang paling banyak digunakan di Indonesia. Dalam satu riset menunjukan pengguna internet di Indonesia dapat mengakses youtube sampai 8 jam per hari.

Tapi masalahnya kalau kita melihat trending tab di youtube sekarang tidak ada satupun video yang bertemakan pendidikan di sana, padahal ada banyak sekali channel-channel edukasi di luar sana. Jadi, sangat mudah bukan bagi kita untuk turun tangan dalam membantu menyelesaikan masalah ini. Maka satu detik dari ratusan bahkan ribuan menit yang kita luangkan dalam menggunakan internet sangatlah berarti untuk negeri ini.

Jika belum bisa membuat konten setidaknya kita perlu mengapresiasi channel-channel edukasi di Indonesia dengan cara like dan share video-video yang bertemakan edukasi tersebut. Ada banyak sekali video-video edukasi di Indonesia yang tenggelam karena video-video unfaedah yang terus bermunculan. Banyak sekali channel-channel edukasi yang berpotensi mencerdaskan anak bangsa tenggelam karena channel-channel unfaedah. Bukan algoritma Youtube-nya yang salah tapi penontonnya-lah karena algoritma akan nurut pada apa yang penonton mau.

Ide ini terinspirasi pada UNICEF yang bermitra dengan Kementerian Kominfo serta Berkman Center for Internet and Society, Harvard University untuk melakukan survei ekstensif terhadap perilaku digital generasi muda. Dalam sambutannya Menteri Kominfo mengatakan: “kemajuan teknologi informasi dan komunikasi harus dapat dimanfaatkan untuk kesejahteraan masyarakat.

Teknologi tersebut merupakan alat untuk mewujudkan bangsa yang cerdas dan maju. Internet dapat memberikan manfaat besar bagi pendidikan, penelitian, niaga, dan aspek kehidupan lainnya. Kita harus mendorong anak-anak dan remaja untuk menggunakan internet sebagai alat yang penting untuk membantu pendidikan, meningkatkan pengetahuan, dan memperluas kesempatan serta keberdayaan dalam meraih kualitas pendidikan yang lebih baik”

Jadi mulai dari sekarang mari apresiasi channel-channel edukasi hingga algoritma akan mulai berpihak pada konten-konten berpendidikan. Maka dengan hal sederhana itu secara tidak langsung akan membuat kualitas pendidikan bangsa Indonesia meningkat.

Tinggalkan Balasan