https://limadetik.com/
Opini  

IT Tinggi Karakter Menjadi Rusak

IT Tinggi Karakter Menjadi Rusak
FOTO: Ilustrasi Handphone

OLEH: Lindawati
Mahasiswi STKIP PGRI Sumenep

_________________________

Teknologi semakin canggih di zaman milenial ini atau yang sudah kita kenal dengan sebutan five point zero. Dimana pada zaman ini, semua anak-anak sudah paham dalam menggunakan teknologi seperti halnya geaget/handphone. Sehingga tak jarang jika anak kecil pun banyak yang sudah menggunakan teknologi dalam kesehariannya, walaupun mereka tidak tahu dampak positif bahkan negative yang mereka terima dari gadget/handpone tersebut.

limadetik branding

Di Indonesia hampir semua anak sudah paham cara penggunaan gadget/handphone. Namun, pantauan orang tua masihlah kurang ketika anak sedang bermain handphone sehingga apa yang anak lihat dan apa yang anak dapatkan dari handphone itu sepenuhnya tidak tersaring. Karena hal ini juga banyak sekali problem yang kerap kali terjadi akibat kurangnya pantauan orang tua terhadap anak pada saat menggunakan gadget/handpone.

Baca Juga :  Stop Merokok

Handphone memang memiliki banyak kegunaan akan tetapi juga banyak kerugian yang dapat terjadi karena penggunaan handphone. Terutama pengaruhnya terhadap karakter anak karena anak akan mengikuti apa yang mereka lihat apalagi anak SD yang memang memiliki sifat suka meniru. Salah satu contoh kerugian yang sudah dialami saat ini yaitu bahasa yang digunakan oleh anak adalah bahasa yang salah.

Banyak istilah-istilah yang tidak termasuk dalam tatanan bahasa tetapi sudah menjadi bahasa keseharian anak. Bukan hanya kalangan remaja saja bahkan anak-anak jenjang SD sudah menggunakan bahasa yang salah. Seperti halnya kata anjing yang dirubah menjadi anjir, kata bacot yang tidak ada dalam tatanan bahasa sudah menjadi kata-kata keseharian anak SD. Bahkan terkadang juga digunakan anak untuk membantah ucapan orang tua atau orang yang lebih tua dari mereka sekalipun.

Baca Juga :  OPINI: Sudah Siapkah Pemda Sidoarjo "PSBB"

Untuk mengatasi masalah ini tidak hanya merupakan tanggung jawab orang tua akan tetapi guru dan lingkungan anak juga sangat berpengaruh. Dalam hal ini orang tua bertanggung jawab ketika anak sedang berada dirumah dengan cara mengurangi waktu anak menggunakan handphone serta memantau dan juga mendampingi anak saat memegang/bermain handphone. Sedangkan guru bertanggung jawab untuk menjadi teladan yang baik bagi siswa dan mendidik siswa tidak hanya pada ranah kognitif dan psikomotoriknya saja, akan tetapi yang lebih utama adalah pada ranah afektif anak.

Selain itu lingkungan juga sangat berperan penting bagi proses pembentukan karakter anak karena saat lingkungan anak baik maka anak akan berkarakter baik pula tetapi jika lingkungan anak buruk maka anak menjadi seseorang yang bahkan tidak berkarakter sama sekali.
Karakter seorang anak patutlah dibentuk sejak dini, agar anak bisa memiliki karakter yang baik kelak di masa depan mereka.

Baca Juga :  Berpesta di Atas Kemiskinan, Panen Tembakau Musim Kawin

Karena kepribadian anak merupakan suatu bentuk yang tercipta dari setiap hal yang menjadi kebiasaan mereka sejak dini. Setiap anak memang memiliki kelebihan dan kekurangan mereka masing-masing, akan tetapi karena di usia mereka yang masih sangat dini, mereka mungkin belum bisa membedakan hal yang baik serta hal yang buruk bagi diri mereka.

Tentu saja anak begitu mudah terpengaruh dan suka meniru akan hal-hal kecil sekalipun. Maka sangat penting adanya bimbingan yang bisa mengarahkan mereka kepada hal-hal yang positif terutama dalam menggunakan handpone atau yang sering kali kita sebut dengan geaget. Tidak semua hal yang ada pada geaget itu memberikan hal negatif begitu juga sebaliknya.

Tinggalkan Balasan